Satelit radar pengamatan bumi terbaru milik NASA, NISAR (NASA–ISRO Synthetic Aperture Radar), telah memulai fase pengumpulan data ilmiah setelah resmi mengorbit bulan ini.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Diluncurkan pada bulan Juli lalu, NISAR merupakan hasil kerjasama antara NASA dan ISRO India, dan menjadi platform radar SAR dual-band paling ambisius dalam bidang pengamatan bumi.
Kemampuan Citra Awal NISAR
Citra-citra awal dari NASA menunjukkan kemampuan NISAR dalam merekam detail dengan akurasi tinggi. Diorama wilayah Mount Desert Island di Maine memperlihatkan perbedaan yang jelas antara hutan, lahan terbuka, dan permukiman.
Demikian pula, citra dari North Dakota berhasil mengidentifikasi pola di lahan pertanian, sungai, dan hutan, bahkan pada unit penggunaan lahan yang kecil. Peningkatan ini menandakan langkah maju dalam klasifikasi penutup lahan dan deteksi perubahan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Instrumen Kunci NISAR
NISAR dilengkapi dengan dua radar utama yang berfungsi sebagai instrumen kunci. Radar L-band dari NASA beroperasi pada panjang gelombang 24 cm, memungkinkan penetrasi kanopi hutan dan pengukuran kelembapan tanah.
Dengan kemampuan ini, pengawasan proses tektonik dan vulkanik bisa dilakukan dengan presisi tinggi dibandingkan satelit sebelumnya. Sementara radar S-band dari ISRO, yang beroperasi pada panjang gelombang 10 cm, sangat sensitif terhadap vegetasi kecil, berfungsi efektif dalam pemantauan agrikultur dan ekosistem padang rumput.
Fasilitas dan Keunggulan Operasional NISAR
Dengan antena reflektor berdiameter 12 meter, NISAR memiliki jangkauan swath 242 km, membuatnya ideal untuk pemetaan area luas dalam satu lintasan orbit. Satelit ini beroperasi pada orbit polar sun-synchronous di ketinggian 747 km dengan siklus ulang setiap 12 hari.
NASA menargetkan agar L-band beroperasi minimal selama tiga tahun, sedangkan ISRO menetapkan lima tahun untuk S-band. Untuk meningkatkan akurasi geospasial, Australian Antarctic Division juga berencana memasang corner reflector di beberapa lokasi di Antarktika dan pulau-pulau sekitarnya.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: