Dugaan Penggunaan Chip Nvidia oleh DeepSeek Memicu Ketegangan AS-China
Startup AI asal China, DeepSeek, sedang menjadi sorotan setelah terungkap dugaan penggunaan chip terbaru Nvidia Blackwell dalam model AI-nya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Pemerintah AS menilai tindakan ini berpotensi melanggar regulasi pengendalian ekspor dan menunjukkan eskalasi ketegangan antara AS dan China dalam teknologi.
Menurut laporan Reuters, seorang pejabat senior di pemerintahan AS mengonfirmasi bahwa penggunaan chip tersebut dapat melanggar peraturan pengendalian ekspor teknologi menuju China.
Pejabat itu juga menyebutkan bahwa DeepSeek kemungkinan berupaya menyembunyikan tanda-tanda teknis yang bisa mengindikasikan asal chip tersebut, dengan kemungkinan chip ada di pusat data mereka di Mongolia Dalam.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Nvidia, saat ditanya mengenai isu ini, memilih untuk tidak berkomentar. Sementara itu, baik pihak Departemen Perdagangan AS dan DeepSeek juga belum memberikan tanggapan resmi.
Kedutaan Besar China di Washington menanggapi dengan menolak asumsi tersebut, di mana juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan ketidakberdayaan pemerintah China dalam kasus ini dan menolak kontrol ekspor yang berlebihan.
Kasus ini mengindikasikan potensi perpecahan yang lebih dalam di kalangan pembuat kebijakan di AS, yang kini harus mempertimbangkan batasan akses China terhadap semikonduktor AI.
Chris McGuire, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional, mencatat bahwa pengiriman chip ke China dapat menghadirkan risiko baru bagi keamanan nasional AS.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: