Startup Penyewaan Tubuh Manusia untuk AI Menarik Minat Besar di Indonesia
Sebuah startup bernama RentAHuman.ai baru saja diperkenalkan, menawarkan konsep penyewaan tubuh manusia bagi agen kecerdasan buatan (AI). Dengan platform ini, manusia bisa dibayar untuk menjalankan tugas fisik yang tidak dapat dilakukan oleh AI.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Peluncuran ini menyita perhatian banyak orang dengan lebih dari 130 pendaftar pada hari pertama, dan dalam waktu dua hari, jumlah pendaftar melonjak ke angka 73.000. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap model baru ini.
RentAHuman.ai resmi diluncurkan pada 2 Februari 2026. Sejak saat itu, perusahaan ini menjadikan kesempatan bagi para agen AI untuk mencari dan membayar individu untuk melakukan aktivitas fisik.
Latar belakang pendaftar sangat bervariasi, dari model OnlyFans hingga CEO startup, menciptakan peluang bagi banyak orang untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Alexander Liteplo, pengembang platform, menjelaskan bahwa kebutuhan akan tubuh manusia dalam operasional AI semakin meningkat, dengan menyatakan, "robot butuh tubuh manusia."
Para pendaftar hanya perlu membuat profil yang mencantumkan lokasi, keahlian, dan tarif per jam untuk layanan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Dalam dua hari pendaftaran, terdapat lonjakan jumlah pendaftar menjadi 73.000 meskipun baru 83 profil yang ditampilkan di laman 'cari manusia'.
Antusiasme ini menunjukkan bahwa banyak orang tertarik dengan konsep penyewaan tubuh manusia, yang masih tergolong baru di pasar.
Bot otonom yang terintegrasi dalam sistem akan menghubungi individu sesuai tugas yang dibutuhkan. AI kemudian memberikan instruksi serta meminta bukti pelaksanaan tugas.
Pembayaran untuk layanan akan dilakukan melalui aset kripto, selaras dengan tren teknologi dan digitalisasi yang terus berkembang.
Liteplo berharap RentAHuman.ai dapat membentuk ekosistem kerja serabutan yang mirip dengan model perusahaan seperti Uber. Ini memungkinkan individu untuk mendapatkan upah dari menjalankan tugas kecil, seperti mengambil paket atau menghadiri acara.
Website ini dirancang 'ramah' bagi robot, dan mendorong pengguna untuk membangun koneksi dengan berbagai jenis bot AI. Ini termasuk pemanfaatan model context protocol (MCP) yang memudahkan interaksi antara agen AI dan pengguna manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: