Ancaman Malware Keenadu Terhadap Tablet Android Melalui Google Play
Kaspersky baru saja mengungkap keberadaan malware baru bernama Keenadu, yang mengincar perangkat Android, terutama tablet. Malware ini berpotensi menyebar melalui beberapa jalur, termasuk firmware dan aplikasi yang ada di Google Play.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Hingga Februari 2026, lebih dari 13.000 perangkat dilaporkan telah terinfeksi oleh Keenadu, dengan beberapa negara seperti Rusia, Jepang, dan Jerman menjadi yang paling terpengaruh. Ini memicu kekhawatiran akan keamanan perangkat pintar yang kita gunakan sehari-hari.
Keenadu bertindak sebagai alat penipuan dengan mengubah perangkat yang terinfeksi menjadi bot yang secara otomatis mengklik tautan iklan. Lebih lanjut, Kaspersky mengingatkan bahwa beberapa varian malware ini memiliki kemampuan untuk sepenuhnya mengendalikan perangkat pengguna.
Salah satu varian yang paling mengkhawatirkan terintegrasi ke dalam firmware tablet Android tertentu, di mana ia berfungsi sebagai backdoor. Dengan akses ini, penyerang dapat menginfeksi aplikasi lain, memasang APK tambahan, dan memberikan izin akses tanpa sepengetahuan pengguna.
Data sensitif pengguna pun jadi terancam, termasuk pesan, media, dan bahkan kredensial perbankan. Terdapat mekanisme pada Keenadu yang membuatnya tidak aktif jika perangkat diatur menggunakan bahasa dan zona waktu China, serta dalam kasus tidak terinstalnya Google Play Services.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Selain varian yang lebih canggih, ada pula varian lain dari Keenadu yang ditemukan menyusup ke dalam aplikasi sistem. Walaupun fungsinya terbatas, malware ini tetap dapat menyisipkan aplikasi tambahan secara rahasia karena memiliki hak istimewa yang lebih tinggi.
Kaspersky juga menemukan Keenadu yang terintegrasi dalam aplikasi sistem untuk membuka kunci wajah, yang mengakibatkan potensi eksposur data biometrik. Ini menunjukkan betapa bahayanya keberadaan malware ini dalam perangkat yang seharusnya aman.
Di samping itu, beberapa aplikasi kamera rumah pintar terindikasi terinfeksi Keenadu, telah diunduh lebih dari 300.000 kali sebelum akhirnya dihapus dari Google Play, meninggalkan pengguna yang sama sekali tidak menyadari ancaman ini.
Untuk mengatasi ancaman dari malware Keenadu, Kaspersky merekomendasikan agar pengguna menggunakan solusi keamanan yang sudah teruji. Selain itu, penting bagi pengguna untuk rutin memeriksa pembaruan firmware perangkat mereka.
Pengguna disarankan untuk menonaktifkan aplikasi sistem yang dicurigai terinfeksi guna mencegah kerugian lebih lanjut. Kaspersky menekankan tindakan pencegahan ini sangat penting, terutama bagi perangkat baru yang rentan terhadap infeksi di awal penggunaan.
Dmitry Kalinin, seorang peneliti keamanan di Kaspersky, mengatakan, 'Malware yang sudah terpasang sebelumnya menjadi masalah mendesak pada banyak perangkat Android.' Pernyataan ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan pengguna terhadap risiko yang mungkin ada di dunia maya.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: