Sam Altman Kembali Nostalgia Saat Fitur Koding Otomatis Diluncurkan
Sam Altman, CEO OpenAI, menyampaikan rasa sedih dan nostalgia saat meluncurkan fitur koding otomatis berbasis Codex pada 3 Februari 2026.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Ia mengungkapkan bahwa alat ini bisa menciptakan ide-ide yang lebih baik ketimbang pemikirannya sendiri, memunculkan kekhawatiran akan relevansi manusia di tengah kemajuan kecerdasan buatan.
Codex, produk kecerdasan buatan dari OpenAI, dirancang untuk membantu developer dalam menulis dan memperbaiki kode. Namun, Altman khawatir alat ini justru dapat menghasilkan solusi lebih baik daripada yang mampu ia buat.
Ia mengungkapkan, "Saya yakin kita akan menemukan cara yang jauh lebih baik dan lebih menarik untuk menghabiskan waktu kita," sekaligus menyatakan, "Tetapi saya merasa nostalgia untuk masa kini."
Nostalgia ini muncul di tengah ketertarikan Altman pada perkembangan teknologi, terutama terkait dengan potensi singularitas yang dapat merubah cara kerja di dunia pemrograman.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Cuitan Altman ternyata memicu reaksi beragam dari pengguna media sosial. Beberapa mengungkapkan rasa khawatir akan hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi AI.
"Semoga cepat sembuh," komentar salah satu pengguna, mencerminkan nuansa satir terhadap isu yang diangkat Altman.
Sementara itu, seorang insinyur dari OpenSea mengekspresikan kecemasannya dengan berkata, "Saya rasa Anda bisa menangis di atas tumpukan uang yang besar, sementara saya akan mengobrol dengan bot percakapan selama sisa karierku."
Menghasilkan beragam reaksi, banyak pengguna mengungkapkan ketidakpuasan terhadap perubahan yang dilakukan OpenAI pada dukungan model kecerdasan buatan, termasuk penghentian dukungan untuk beberapa model chatbot.
Blogger kuliner, Chrisy Toombs, mengkritik OpenAI dengan menyatakan, "Semua itu karena Anda melatih model Anda tanpa persetujuan siapa pun," menekankan ketidakpuasan terhadap penggunaan konten oleh AI.
Keresahan ini menciptakan suasana ketidakpastian di antara para profesional di industri, yang merasa bahwa perkembangan teknologi ini bisa membahayakan karir manusia.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: