BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 20 JANUARI 2026 • 20:05 WIB

Lonjakan Harga RAM di Indonesia: Apa yang Terjadi?

Lonjakan Harga RAM di Indonesia: Apa yang Terjadi?Lonjakan Harga RAM di Indonesia: Apa yang Terjadi?

Krisis chip global berdampak besar pada harga RAM di Indonesia, yang meroket hingga empat kali lipat dalam sebulan terakhir. Ini membuat pengguna perangkat keras harus merogoh kocek lebih dalam.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Pengamatan di berbagai toko komputer menunjukkan harga DDR 4 dan DDR 5 mengalami kenaikan signifikan, memaksa konsumen untuk menyesuaikan diri dengan harga baru yang lebih tinggi.

Tingginya Kenaikan Harga RAM

Di ITC Kuningan, Jakarta, harga DDR 4 dan DDR 5 menunjukkan lonjakan yang signifikan sejak akhir tahun lalu. Hasan, seorang penjual RAM, mengatakan bahwa harga bisa naik sebanyak 3-4 kali dalam seminggu, bahkan mencapai Rp 1 jutaan dalam sebulan.

Saat ini, harga DDR 5 RAM 32GB berkisar antara Rp 7-8 juta, sedangkan RAM 16GB dijual di atas Rp 2 juta. Kenaikan ini jelas memaksa pengguna untuk berpikir dua kali sebelum membeli.

Nasrun, penjual lainnya, menambahkan bahwa meskipun harga baru telah diterapkan, permintaan tetap kokoh. "Kalau turun sih enggak, mau enggak mau lah," katanya, menunjukkan betapa pentingnya komponen ini bagi pengguna.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Apa yang Memicu Kenaikan Harga?

Menurut firma riset IDC, kesenjangan antara permintaan dan pasokan diperkirakan akan berlanjut hingga semester pertama 2026. Vanessa dari IDC menjelaskan, "Kondisi ini diperkirakan mulai mereda, tetapi harga akan tetap tinggi setidaknya sampai awal 2027."

Salah satu penyebabnya adalah pergeseran fokus produsen chip ke pembangunan pusat data AI yang besar. Ini mengurangi produksi chip konvensional, termasuk memori kelas bawah seperti DDR 4 yang banyak digunakan pada smartphone entry-level.

Vanessa menekankan, "Pasokan/manufaktur memori kelas bawah terus dikurangi," yang akibatnya berdampak pada pasar yang lebih luas dan memperumit situasi bagi konsumen.

Dampak di Pasar Perangkat dan Komponen Lainnya

Kenaikan harga RAM kini juga bakal berimbas ke pasar perangkat bekas, terutama smartphone. Melonjaknya permintaan di pasar resmi dapat menaikkan harga di pasar sekunder.

Di sisi lain, pasar PC dan komponen lainnya mungkin merasakan dampak yang lebih lama. Penjual mencatat, "Kadang ada, kadang enggak (stoknya). Naik harganya suka berubah-ubah," menyoroti fluktuasi yang ada di pasar.

Dengan terus meningkatnya permintaan dari sektor smartphone, PC, dan otomotif, langsung memperkuat kebutuhan akan komponen memori dan penyimpanan. Ini menunjukkan tren yang mungkin berlanjut dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Lonjakan Harga RAM di Indonesia: Apa yang Terjadi?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!