TikTok Uji Fitur Baru untuk Kontrol Konten AI di Halaman FYP
TikTok sedang menguji fitur inovatif yang memberikan kendali lebih kepada pengguna atas konten berbasis kecerdasan buatan di halaman For You Page (FYP). Fitur ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan membantu pengguna menyusun pengalaman menonton mereka dengan lebih baik.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya jumlah konten AI yang dibagikan oleh berbagai kreator platform. Dengan kontrol yang baru ini, TikTok ingin memastikan relevansi konten yang muncul sesuai dengan preferensi penggunanya.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memilih frekuensi konten AI yang muncul di FYP melalui pengaturan di menu Manage Topics → AI-Generated Content. Dengan menggunakan slider, pengguna dapat mengatur apakah ingin melihat lebih sedikit atau lebih banyak konten AI.
Walau pengaturan ini tidak menghilangkan konten AI sepenuhnya, fitur ini membantu pengguna menentukan seberapa sering konten tersebut ditampilkan di halaman mereka. Menurut laporan dari berbagai sumber, kontrol ini masih dalam tahap percobaan dan belum sepenuhnya diterapkan untuk semua pengguna.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Faktor yang mendorong TikTok untuk menghadirkan fitur ini adalah lonjakan konten berbasis AI yang kian marak. Kreator kini banyak yang memanfaatkan alat generatif seperti OpenAI Sora dan Google Veo, yang berkontribusi pada pertumbuhan konten AI di platform.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap 'AI slop', yaitu konten berkualitas rendah yang bisa mengganggu pengalaman pengguna. Dengan adanya fitur kontrol ini, TikTok berharap bisa memberikan pengguna peluang untuk menyaring video yang dihasilkan oleh AI.
Salah satu manfaat dari fitur ini adalah menciptakan halaman FYP yang lebih relevan, di mana pengguna dapat mengurangi paparan konten AI sesuai kehendak mereka. Juga, dengan kehadiran label AI, pengguna akan lebih mudah membedakan konten asli dari manipulasi visual.
Namun, ada batasan pada fitur ini karena sedang dalam tahap uji coba dan belum tersedia secara internasional. Pengguna tidak dapat menghapus semua konten AI sepenuhnya, dan sistem deteksi AI masih dalam pengembangan untuk meningkatkan akurasinya.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: