Sisi Gelap Kecerdasan Buatan: Maraknya Pelanggaran Privasi di Era Digital
Dalam era digital ini, kecerdasan buatan (AI) semakin meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, namun ada sebuah sisi gelap yang patut dicermati.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Beberapa fitur AI ternyata berpotensi memata-matai pengguna tanpa sepengetahuan mereka, menimbulkan tanda tanya besar mengenai privasi dan keamanan data.
Kecerdasan buatan kini telah menjadi bagian integral dari berbagai aplikasi dan perangkat. Dari asisten virtual hingga algoritma rekomendasi, AI berperan dalam mempermudah hidup pengguna, tetapi juga menyimpan potensi risiko yang harus diperhatikan.
Desain dan pengembangan perangkat lunak berbasis AI sering melibatkan pengumpulan data pengguna yang masif. Data ini diambil demi meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi sering kali tanpa transparansi yang jelas terkait penggunaannya.
Beberapa aplikasi mobile dan platform media sosial menggunakan fitur AI untuk memantau perilaku pengguna. Sistem ini mungkin menganalisis kebiasaan menggulir, waktu yang dihabiskan untuk konten tertentu, atau bahkan suara dan gambar yang diambil melalui perangkat.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Tri Tjahjono, seorang ahli keamanan siber, menegaskan bahwa "data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membangun profil pengguna yang sangat rinci, dan sering kali pengguna tidak menyadari hal ini."
Penggunaan data yang diambil juga dapat melampaui kepentingan pengguna. Misalnya, data ini bisa dijual kepada pihak ketiga tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna.
Dengan semakin banyaknya fitur AI yang aktif di perangkat, kekhawatiran terhadap privasi pun meningkat. Pengguna sering kali merasa tidak nyaman dengan ide bahwa aktivitas mereka diperhatikan secara konstan.
Lembaga Perlindungan Data Indonesia telah mendorong para pengguna untuk lebih proaktif dalam menjaga privasi mereka. Terutama, mereka menekankan pentingnya untuk memahami kebijakan privasi sebelum menggunakan aplikasi atau layanan tertentu.
Dalam beberapa kasus, kebocoran data dapat mengungkapkan informasi pribadi yang sensitif. Ini dapat mengarah ke risiko lebih lanjut seperti pencurian identitas atau penyalahgunaan data.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: