Fenomena FOMO di Era Digital: Tantangan dan Solusi
Di era digital yang serba cepat ini, fenomena 'Fear of Missing Out' atau FOMO semakin menjadi sorotan.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Banyak orang merasa tertekan untuk selalu update dengan informasi terbaru dan tren yang sedang hits.
FOMO atau Fear of Missing Out adalah perasaan cemas yang timbul ketika seseorang merasa ketinggalan informasi atau pengalaman.
Istilah ini mulai populer seiring dengan perkembangan media sosial dan munculnya berbagai platform digital.
Seseorang yang mengalami FOMO biasanya akan merasa tertekan untuk selalu terhubung, mengikuti tren terbaru, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang sedang 'in'.
Jenis kecemasan ini dapat mempengaruhi kualitas hidup dan bahkan kesehatan mental.
Teknologi memiliki peranan besar dalam meningkatkan tingkat FOMO.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Dengan smartphone yang selalu terhubung ke internet, informasi dan pembaruan beredar dengan sangat cepat, sehingga memicu ketidakpastian di kalangan pengguna.
Di 2025, prediksi menunjukkan bahwa dengan meningkatnya penggunaan augmented reality dan virtual reality, pengalaman manusia akan semakin meluas.
Sebagian besar aplikasi media sosial kini dilengkapi dengan fitur notifikasi yang terus membombardir pengguna dengan informasi baru.
Menyadari perasaan FOMO adalah langkah pertama untuk menghadapinya.
Dengan mengenali emosi ini, individu dapat mulai untuk tidak terlalu terikat pada apa yang mereka lihat di media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: