Kecelakaan kereta di Bekasi Timur baru-baru ini mendorong perlunya evaluasi penempatan gerbong khusus perempuan di KRL. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, mengusulkan agar gerbong wanita tidak lagi diletakkan di ujung, melainkan di tengah rangkaian.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Usulan ini diungkapkan Arifatul setelah ia menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi dan menyorot pentingnya meningkatkan keselamatan penumpang perempuan. Dengan langkah ini, diharapkan bisa meminimalisir risiko dalam situasi darurat.
Kecelakaan Kereta dan Dampaknya
Pada insiden tersebut, KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang sedang beroperasi di Stasiun Bekasi Timur. Menurut Kepala Basarnas, M. Syafii, semua korban yang dievakuasi adalah perempuan.
"100 persen yang kita evakuasi perempuan," ujarnya. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan penumpang, khususnya wanita.
Proses evakuasi berlangsung hingga Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dengan seluruh tim SAR kembali ke basis masing-masing setelahnya. Kecelakaan ini menjadi alarm bagi semua pihak tentang keselamatan transportasi publik.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Usulan Penempatan Gerbong Wanita
Menteri Arifatul berpendapat bahwa penempatan gerbong perlu dievaluasi untuk mengurangi risiko dalam situasi darurat. Ia mengusulkan agar gerbong pria dan campuran diletakkan di bagian ujung rangkaian, sedangkan gerbong wanita berada di tengah.
"Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," jelasnya. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan keselamatan dan memberi rasa aman bagi penumpang perempuan.
Ia juga sudah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia mengenai penempatan gerbong wanita yang selama ini berada di bagian depan dan belakang. PT KAI beralasan bahwa posisi tersebut dipilih untuk mencegah penumpukan penumpang.
Dampak Terhadap Kebijakan Transportasi Publik
Usulan perubahan ini menimbulkan diskusi luas tentang kebijakan transportasi publik di Indonesia. Banyak yang sepakat bahwa penempatan gerbong wanita di tengah bisa memberikan keamanan lebih bagi penumpang muda dan perempuan.
Menteri Arifatul mengapresiasi dukungan publik terhadap inisiatif ini. Ia berharap, langkah ini dapat segera diaplikasikan untuk meningkatkan keselamatan penumpang kereta api di seluruh Indonesia.
Dari sisi kebijakan transportasi, perubahan ini menjadi bahan perdebatan yang relevan, terutama dalam konteks keselamatan penumpang dalam perjalanan sehari-hari.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: