Senin, 27 APRIL 2026 • 11:01 WIB

Gubernur Kaltim Mohon Maaf atas Kontroversi Renovasi Rumah Dinas

Author

Gubernur Kaltim Mohon Maaf atas Kontroversi Renovasi Rumah Dinas

Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas'ud, meminta maaf publik terkait kontroversi renovasi rumah jabatan senilai Rp 25 miliar, yang mencuri perhatian masyarakat.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Permintaan maaf ini disampaikan melalui Instagram, sebagai respon terhadap kritik keras yang mencuat mengenai penggunaan anggaran yang dianggap tidak efisien.

Kritik atas Proyek Renovasi

Kontroversi mengenai proyek ini dimulai ketika masyarakat melihat beberapa item renovasi, seperti kursi pijat dan akuarium air laut, yang dinilai tidak relevan.

Rudi menanggapi kritik ini dengan menyatakan bahwa hal tersebut mencerminkan kepedulian dari masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Ia berjanji akan mengevaluasi ulang rencana renovasi untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai gubernur, Rudi merasa bertanggung jawab untuk menjawab semua pertanyaan yang muncul terkait proyek ini.

Tanggung Jawab Pribadi

Sebagai langkah lanjutan, Rudi mengambil sikap tegas dengan berjanji untuk menanggung biaya item-item renovasi yang dianggap tidak penting menggunakan uang pribadi.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Ia menyatakan, 'Saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut.'

Langkah ini diharapkan dapat membantu meredakan ketegangan di masyarakat dan menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab publik.

Rudi ingin memastikan bahwa tindakan ini mencerminkan sikapnya terhadap kritik yang diterima.

Pentingnya Kepercayaan Masyarakat

Gubernur Rudi menekankan perlunya melakukan peninjauan kebijakan anggaran publik agar lebih sensitif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menuturkan, 'Kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya melalui program, tetapi juga melalui sikap terbuka dan kesediaan untuk mengakui kekurangan.'

Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya bagi pemerintah daerah untuk lebih hati-hati dalam merancang program-program yang dapat menarik perhatian masyarakat.

Rudi berharap dengan sikap dan tindakan yang transparan, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dapat dibangun kembali.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU