Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, menyatakan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih sangat baik.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia di Washington DC, di mana dia menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
Penjelasan Purbaya di Taklimat Media
Dalam taklimat media yang berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Purbaya menjelaskan tawaran pinjaman dari kedua lembaga internasional tersebut.
Dia menyebutkan bahwa IMF dan Bank Dunia telah menyiapkan dana sekitar 20 miliar hingga 30 miliar dolar AS untuk membantu negara-negara yang membutuhkan di tengah ketidakpastian global.
Purbaya juga mengingatkan, "Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar AS (setara Rp428,77 triliun)."
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Kondisi Keuangan Indonesia
Dalam penjelasannya, Purbaya mengungkapkan keyakinan bahwa kondisi keuangan Indonesia saat ini sangat stabil meskipun tawaran pinjaman tersebut datang.
Dia menyatakan, "Saya masih punya uang sebesar 25 miliar dolar AS juga, yang kami pegang untuk negara sendiri," yang menunjukkan kesiapan finansial Indonesia.
IMF sendiri memberikan pujian kepada Indonesia sebagai salah satu titik cerah atau bright spot dalam perekonomian global, mencerminkan pengakuan internasional terhadap kebijakan yang diambil.
Strategi Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya menjelaskan bahwa sejak akhir tahun lalu, pemerintah telah mengubah arah kebijakan fiskal, yang mulai menunjukkan dampak positif saat ini.
Menurutnya, perubahan kebijakan tersebut telah mempersiapkan Indonesia untuk menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk fluktuasi harga minyak.
Di depan anggota IMF dan Bank Dunia, Purbaya menyampaikan optimisme, mengatakan bahwa perekonomian Indonesia diharapkan mampu mencapai pertumbuhan antara 5,4-6 persen pada tahun 2026 meskipun dalam situasi ketegangan global.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: