Selasa, 21 APRIL 2026 • 14:43 WIB

Temuan Gas Raksasa di Kalimantan: Eni Siap Mengembangkan Potensi Besar

Author

Temuan Gas Raksasa di Kalimantan: Eni Siap Mengembangkan Potensi Besar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, baru-baru ini mengungkapkan adanya temuan cadangan gas raksasa oleh perusahaan Eni di Kalimantan.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 dengan potensi awal sekitar 5 triliun kaki kubik gas dan 300 juta barel kondensat.

Potensi Sumber Daya Gas yang Besar

Bahlil menjelaskan bahwa temuan dari Eni menunjukkan potensi luar biasa. "Saya mau umumkan bahwa Eni baru saja mendapat 1 wk baru giant dari Geliga yang menghasilkan 5 TCF untuk gas dan kita mendapat kondensat 300 juta barel minyak," ungkap Bahlil.

Produksi gas di lokasi tersebut saat ini berada pada kisaran 600-700 juta kaki kubik per hari. Namun, diproyeksikan bahwa produksi gas dapat meningkat menjadi sekitar 2.000 MMSCFD pada tahun 2028.

Di tahun 2030, diperkirakan produksi gas akan terus meningkat hingga mencapai sekitar 3.000 MMSCFD. Selain itu, pengembangan produksi kondensat juga direncanakan seiring pertumbuhan produksi gas.

Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia

Rekam Jejak Sukses Eni di Cekungan Kutai

Sumur Geliga-1 berhasil dibor hingga kedalaman 5.100 meter dengan kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Temuan ini menjadi bagian signifikan dari rekam jejak eksplorasi yang sukses di Cekungan Kutai.

Sebelumnya, cadangan gas Geng North juga telah ditemukan pada akhir 2023, menunjukkan potensi yang luar biasa di kawasan tersebut. Lokasi Geliga-1 hanya sekitar 20 km dari Geng North, yang semakin memperkuat potensi besar di kawasan itu.

Selain itu, terdapat potensi gas Gula yang belum dikembangkan dengan estimasi 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat, menambah kapasitas pengembangan sumber daya.

Keputusan Investasi Eni yang Menggiurkan

Pada pertengahan Maret 2026, Eni mengumumkan Final Investment Decision (FID) untuk investasi proyek gas laut dalam senilai sekitar US$ 15 miliar. Keputusan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam pengembangan proyek gas di Indonesia.

Proyek ini mencakup pengembangan dua ladang besar, Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub). Eni berharap dapat memanfaatkan teknologi produksi laut dalam yang efisien melalui investasi ini.

Proyek North Hub juga akan memanfaatkan fasilitas produksi terapung (FPSO) baru dengan kapasitas pengolahan mencapai 1 miliar kaki kubik gas dan 90.000 barel kondensat per hari.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU