Film horor Indonesia kembali menggebrak layar lebar dengan hadirnya 'Songko', yang siap tayang di bioskop mulai 23 April 2026.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dengan mengusung latar budaya yang kaya, film ini berupaya menawarkan sebuah kisah yang mendalam dan relevan dengan masyarakat.
Mengangkat Legenda Masyarakat Minahasa
'Songko' mendapatkan inspirasinya dari legenda masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, yang menunjukkan kekayaan budaya setempat.
Film ini menunjukkan bagaimana cerita lokal dapat diadaptasi secara cermat menjadi sebuah medium film, mempertahankan keaslian sambil menawarkan pengalaman sinematik.
Hal ini menegaskan bahwa industri film horor Indonesia kini lebih fokus pada narasi yang kuat dan kedalaman emosi dibandingkan sekadar efek menakutkan.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Pendekatan Autentik dan Keterlibatan Talenta Lokal
Eksekutif Produser Santara, Whisnu Baker, mengungkapkan bahwa 'Songko' ditujukan lebih dari sekadar film horor biasa. "Kami percaya bahwa cerita daerah di Indonesia punya kekuatan yang luar biasa," ujarnya.
Melibatkan talenta lokal menjadi kunci untuk menciptakan cerita yang terhubung dengan akar budaya masyarakat, menjadikan pengalaman menonton lebih relatable.
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan penonton bukan hanya rasa takut, tetapi juga koneksi emosional yang lebih dalam.
Resonansi di Kalangan Penonton
Sejak diluncurkannya materi promosi dan trailer, respon publik semakin positif. Banyak penonton memberikan pujian atas pendekatan unik yang diambil oleh 'Songko'.
Salah satu komentar di media sosial menyatakan, "jarang jarang nih horror daerah tapi sinematografinya cukup meyakinkan," menunjukkan minat penonton terhadap konten yang lebih asli.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa pemirsa Indonesia mulai menginginkan cerita yang lebih dekat dengan budaya mereka, dikemas dalam kualitas yang tinggi.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: