Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai kemandirian energi nasional melalui transisi ke energi bersih yang berkelanjutan. Dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang, beliau menyatakan bahwa sektor energi adalah kunci bagi ketahanan negara.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Beliau menekankan pentingnya mandiri dalam hal energi untuk menjaga kedaulatan negara. "Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri," ujarnya.
Strategi Transisi Energi Bersih
Dalam suasana ketidakpastian global, optimisme Presiden Prabowo terhadap potensi sumber daya energi Indonesia yang melimpah menjadi sorotan. Namun, beliau menekankan pentingnya pengelolaan energi secara bijak dengan langkah-langkah efisien dan berkelanjutan.
Beliau menyoroti kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dengan beralih ke energi terbarukan. "Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, listrikifikasi," tambahnya.
Langkah tersebut tidak hanya penting untuk keberlangsungan energi, tetapi juga untuk mengamankan penggunaan bahan bakar fosil. Ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan ekosistem energi yang lebih hijau.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Pembangunan Kapasitas Listrik Nasional
Presiden mengumumkan rencana ambisius untuk mengembangkan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt dalam waktu singkat. Selain itu, beliau merencanakan penghentian bertahap penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
"Dari menutup itu, kita akan menghemat 200 ribu barrel sehari," ujarnya, menjelaskan dampak positif dari kebijakan tersebut.
Dengan penghentian PLTD, pemerintah berharap dapat mengurangi 20 persen dari total impor bahan bakar minyak yang saat ini mencapai satu juta barrel sehari.
Pengembangan Energi Alternatif
Pemerintah juga mendorong pengembangan energi alternatif yang berbasis sumber daya domestik. Ini termasuk pemanfaatan limbah kelapa sawit dan minyak goreng untuk produksi bahan bakar ramah lingkungan.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung kemandirian energi dan ketahanan nasional. Presiden Prabowo meyakini bahwa dengan berbagai strategi ini, Indonesia berpotensi menghentikan impor bahan bakar minyak dalam beberapa tahun mendatang.
"Kita punya kekuatan besar, kita benar sungguh-sungguh, kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," tutupnya dengan optimis.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: