Pengadaan 21.600 motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menarik perhatian di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat mendukung operasional di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan pengadaan ini bertujuan khusus untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengatasi kendala logistik di wilayah terpencil.
Tujuan dan Harapan Pengadaan Motor Listrik
Dadan Hindayana menekankan bahwa pengadaan motor listrik ini dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang terpencil. Hal ini diharapkan dapat memperlancar penyaluran program Makan Bergizi Gratis.
Dia menambahkan, 'Ini kan untuk menjangkau daerah-daerah yang sangat sulit, jangkau desa-desa. Ini untuk nunjang operasional,' ungkapnya di Kompleks Istana Kepresidenan.
Dengan total 21.600 unit yang direncanakan, BGN berharap bisa memenuhi target operasional di berbagai titik strategis yang masih terisolasi.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Penganggaran dan Efisiensi Biaya
Dadan menjelaskan bahwa anggaran untuk pengadaan motor listrik ini diambil dari anggaran tahun 2025. Setiap unit motor listrik dibeli dengan harga Rp 40 juta, di mana harga pasaran mencapai Rp 52 juta.
Melalui efisiensi dalam proses pembelian, BGN berharap mampu menghemat biaya yang ada. Motor-motor ini akan dikirim ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas sebagai dapur untuk program MBG di berbagai daerah.
Ini menjadi langkah strategis dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan akses gizi bagi masyarakat yang memerlukan.
Tanggapan Pejabat Terkait
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi bahwa pengadaan motor listrik ini berasal dari anggaran yang telah ditetapkan. Ia mengungkapkan, 'Tahun lalu itu rupanya, tahun ini nggak ada.'
Purbaya menambahkan bahwa ia baru mengetahui tentang pengadaan ini dan mengindikasikan bahwa anggaran untuk tahun ini telah mengalami pemotongan.
Di sisi lain, Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, berencana melakukan pengecekan lebih lanjut terkait penganggaran ini. Dia menekankan pentingnya koordinasi dalam setiap perancangan anggaran kementerian.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: