Kamis, 26 MARET 2026 • 10:53 WIB

Kebijakan WFH Setiap Jumat: Solusi Ekonomi di Tengah Krisis Energi

Author

Kebijakan WFH Setiap Jumat: Solusi Ekonomi di Tengah Krisis Energi

Kebijakan baru mengenai work from home (WFH) setiap Jumat dinilai dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, langkah ini bertujuan untuk mengelola konsumsi bahan bakar dalam situasi pasokan minyak yang terganggu akibat konflik global.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Purbaya menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini dapat mengurangi permintaan bahan bakar hingga 20% dan memberikan dorongan bagi sektor konsumsi lainnya. Dia menambahkan bahwa dampaknya terhadap produktivitas dianggap tidak signifikan karena Jumat merupakan hari kerja yang biasanya lebih pendek.

Manfaat Kesehatan dan Efisiensi Kerja

Purbaya Yudhi Sadewa menggarisbawahi bahwa WFH pada hari Jumat tidak hanya berkontribusi pada efisiensi bahan bakar tetapi juga meningkatkan kesehatan pegawai. Banyak pegawai dapat memanfaatkan waktu untuk berolahraga sebelum mulai bekerja, sehingga dapat berpengaruh positif pada kesehatan fisik mereka.

Ia juga menjelaskan bahwa jam kerja yang terpotong karena kewajiban salat Jumat merupakan konteks penting untuk dipertimbangkan. Dengan demikian, kehadiran WFH memiliki potensi untuk menawarkan keuntungan efisiensi waktu yang lebih baik bagi pegawai di sektor negeri dan swasta.

Keputusan ini juga dipandang strategis bagi pabrik-pabrik yang biasanya memiliki jam kerja pendek di hari Jumat. Dalam konteks ini, WFH diharapkan dapat mendorong keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Pembahasan Kebijakan dalam Rapat Daring

Rapat daring yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membahas rincian pelaksanaan WFH. Disamping Purbaya, beberapa menteri lain seperti Tito Karnavian juga memberikan pandangannya dalam diskusi tersebut.

Menteri Tito menyampaikan bahwa meskipun banyak usulan diterima dalam rapat tersebut, rincian pelaksanaan belum bisa disampaikan. 'Sudah rapat kemarin, rapat hampir tiga atau empat jam. Kita sepakat untuk satu suara,' ujarnya.

Kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan dan menunggu arahan dari Presiden. Tito mengingatkan pentingnya kesesuaian strategi pemerintah dengan kondisi ekonomi saat ini.

Tantangan dan Harapan untuk Implementasi

Walaupun kebijakan ini terdengar menjanjikan, Menteri Purbaya mengakui adanya tantangan dalam proses implementasinya. Aspek penting yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara efisiensi bahan bakar dan produktivitas kerja.

Menteri Tito berpendapat bahwa integrasi antara kebijakan ekonomi dan kesehatan masyarakat harus dilihat sebagai satu kesatuan yang komprehensif. 'Kita perlu menunggu hasil dari rapat dan arahan lebih lanjut,' jelasnya.

Diharapkan semua pihak bersabar menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. 'Setelah ada arahan bapak presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar-sabar aja,' tutup Tito.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU