Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, muncul ke publik untuk pertama kalinya setelah serangan udara oleh Iran ke Tel Aviv. Dalam konferensi pers tersebut, dia menyampaikan ancaman kepada Mojtaba Khamenei, pemimpin terbaru Iran.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Netanyahu menekankan bahwa situasi di Iran telah berubah dengan intensitas serangan yang terus berlanjut dan berencana untuk meningkatkan operasi melawan Hizbullah Lebanon.
Ancaman Terhadap Iran dan Hizbullah
Dalam video jumpa pers yang tayang, Netanyahu berdiri di antara bendera Israel sambil menjawab isu yang dihadapi. Dia mengklaim bahwa Garda Revolusi dan pasukan paramiliter Basij telah mengalami kerugian signifikan akibat serangan Israel.
Saat ditanya langkah konkret terhadap Iran dan Hizbullah, Netanyahu menyatakan, 'Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun...' menunjukkan tak ingin mengungkapkan rencana lebih lanjut.
Pernyataan ini mencerminkan pendekatan hati-hati Israel dalam menanggapi provokasi dari Iran dan Hizbullah. Netanyahu menegaskan bahwa menjaga kerahasiaan strategi militer adalah hal yang penting.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Serangan Rudal dan Ancaman Eksistensial
Dalam konferensi tersebut, Netanyahu juga menyebutkan tentang sirene peringatan yang berulang kali terdengar di wilayah Israel sebagai dampak ancaman serangan rudal dari Iran. Dia menekankan perlunya Israel menanggulangi ancaman eksistensial yang datang dari program nuklir dan rudal balistik Teheran.
Dia percaya bahwa Israel berusaha melemahkan pemerintah Iran dengan mendorong rakyat untuk melawan rezim yang ada, dan mencatat, 'Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim...' meski mengakui hasilnya belum pasti.
Netanyahu menambahkan bahwa meskipun pemerintahan tidak hancur, kondisi mereka akan menjadi lebih lemah dengan tekanan dari luar.
Dukungan Terhadap Rakyat Iran
Saat ditanya apakah Israel akan memberikan dukungan senjata kepada kelompok yang menantang penguasa Iran, Netanyahu tidak menjawab langsung. Dia menyatakan bahwa mereka sedang memberikan bantuan tetapi tidak bisa menjamin dukungan itu akan berhasil.
Dia mengatakan, 'Saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim tersebut - sebuah rezim digulingkan dari dalam,' menunjukkan kerumitan politik di Iran.
Strategi Israel dalam mengubah pemerintahan Iran tampaknya berlandaskan pada keyakinan bahwa intervensi eksternal dapat memberikan harapan baru bagi rakyat Iran.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: