Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto tentang rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Rencana ini bertujuan menjadikan PNM sebagai Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyambut positif rencana tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa belum ada keputusan akhir yang diambil terkait langkah ini.
Rencana Pengambilalihan PNM
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan lebih lanjut tentang rencana pengambilalihan PNM saat bincang-bincang di kantor Kemenkeu. Dia menyatakan, "Saya sudah lapor presiden: Pak ada rencana gini (ambil alih) kalau boleh."
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memberikan respons yang optimis, mengatakan, "Dia bilang hitung aja kalau bagus kenapa tidak." Meskipun demikian, Purbaya menegaskan bahwa rencana masih dalam tahap diskusi dan belum ada keputusan akhir.
Rencana ini muncul sebagai bagian dari strategi Kementerian Keuangan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran kredit kebijakan dalam mendukung UMKM melalui PNM.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Diskusi Lanjutan dengan Danantara
Purbaya juga mengungkapkan bahwa dia sedang melakukan diskusi intensif dengan CEO Danantara, Rosan Roeslani. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mencari solusi terbaik dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit bagi sektor UMKM.
"Kami sedang berdiskusi terus dengan Pak Rosan apa langkah terbaik negara buat penyaluran KUR dan untuk kredit UMKM," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PNM saat ini bernaung di bawah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan menjadi salah satu entitas yang penting dalam menjalankan Public Service Obligations (PSO).
Kendala dalam Proses Pengambilalihan
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa dia belum mendapat informasi mengenai permintaan pengambilalihan PNM. "Belum ada. Belum ada [pembicaraan]," kata Hery saat ditemui di Wisma Danantara.
Purbaya menjelaskan bahwa, meskipun ada inisiatif untuk menyalurkan KUR melalui PNM, perbankan tetap dapat melanjutkan penyaluran KUR secara normal. Dia menambahkan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan alokasi subsidi bunga KUR yang diperkirakan dapat mencapai Rp40 triliun.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: