Kamis, 12 MARET 2026 • 12:40 WIB

Mengatasi Sesak Nafas Di Malam Hari: Memahami Sleep Apnea

Author

Mengatasi Sesak Nafas Di Malam Hari: Memahami Sleep Apnea

Banyak individu mengalami gangguan tidur yang membuat mereka terbangun di malam hari dengan sesak nafas tanpa mengetahui penyebabnya. Salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah sleep apnea, yang dapat berdampak serius bagi kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Apa Itu Sleep Apnea?

Sleep apnea adalah gangguan tidur di mana pernapasan seseorang terhenti atau sering terputus saat tidur. Kondisi ini bisa terjadi berkali-kali dalam semalam, dan sering membuat penderitanya terbangun tanpa sadar.

Dua jenis sleep apnea yang umum dikenal adalah obstructive sleep apnea (OSA) dan central sleep apnea. OSA terjadi ketika otot tenggorokan terlalu rileks, sedangkan central sleep apnea disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf yang mengontrol pernapasan.

Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih umum pada pria yang memiliki kelebihan berat badan. Faktor risiko lain yang turut berkontribusi termasuk usia, riwayat keluarga, dan kebiasaan merokok.

Gejala Sleep Apnea

Gejala utama dari sleep apnea adalah terbangun dengan sesak nafas atau bahkan suara keras saat tidur. Penderita seringkali merasa kelelahan meskipun tidur dalam waktu yang cukup.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Selain itu, gejala lain seperti ngorok keras, sering terbangun untuk buang air, dan kesulitan berkonsentrasi di siang hari dapat mengindikasikan adanya masalah ini. Masalah ini sering dianggap sepele, namun dapat mengganggu kehidupan sehari-hari secara signifikan.

Penting untuk menyadari tanda-tanda ini dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Jika tidak diobati, sleep apnea dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti hipertensi dan penyakit jantung.

Penanganan Sleep Apnea

Penanganan sleep apnea bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan jenisnya. Salah satu metode yang umum digunakan adalah CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), yang membantu menjaga saluran udara tetap terbuka saat tidur.

Selain itu, perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan menghindari alkohol dapat membantu mengurangi gejala. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk memperbaiki struktur saluran pernapasan.

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin jika mengalami gejala tidur yang terganggu adalah langkah yang diperlukan. Dengan penanganan yang tepat, kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan dapat meningkat.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU