Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini menjangkau dunia medis, memberikan harapan baru dalam deteksi kanker. Di Indonesia, langkah ini dilakukan melalui kerja sama Siloam dan AstraZeneca dengan perangkat lunak Qure.ai.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Kedua perusahaan hadir dengan inovasi yang diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat kanker payudara dan paru-paru. Dengan akurasi mendeteksi kanker payudara mencapai 92 persen, teknologi ini menjadi sorotan utama.
Inovasi Teknologi dalam Deteksi Kanker
Kerja sama Siloam dan AstraZeneca bertujuan untuk mengurangi angka kasus kanker di Indonesia, terutama kanker payudara dan paru-paru. Menurut data dari Global Cancer Observatory (Globocan), kanker payudara menewaskan lebih dari 22 ribu orang di Tanah Air pada tahun 2020.
Kanker paru-paru juga menjadi sorotan, di mana ia menduduki posisi ketiga sebagai jenis kanker dengan kasus baru terbanyak. Mengingat angka yang mengkhawatirkan ini, kedua perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan deteksi dini melalui penerapan teknologi AI.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Akurasi AI dalam Mendeteksi Kanker Payudara
Teknologi AI memainkan peran penting dalam klasifikasi HER2, faktor yang krusial untuk menentukan terapi kanker payudara. Proses klasifikasi ini mencakup HER2 negatif, rendah, ultra-rendah, dan positif.
Dr. Jeffry Beta Tenggara, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menyatakan, 'Proses identifikasi jenis HER2 ini dapat mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu.' Dengan keakuratan yang mencapai 92 persen, AI menjanjikan diagnosa yang lebih akurat.
Peran AI dalam Deteksi Kanker Paru
AI tidak hanya terfokus pada kanker payudara, tetapi juga dipersiapkan untuk membantu mendeteksi kanker paru-paru. Penyakit ini sering ditandai oleh nodul pada jaringan paru-paru yang dapat berpotensi mengancam jiwa.
Proses diagnosis pada kanker paru sering melibatkan analisis CT scan untuk menemukan nodul. Namun, Dr. Dewi Tantra Hardiyanto, spesialis radiologi, menekankan bahwa, 'AI ini membantu mengidentifikasi pemeriksaan yang kemungkinan normal atau tidak, jadi radiologi dapat mempercepat waktu dan lebih fokus pada kasus-kasus yang abnormal.'
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: