Nyeri pinggang yang disertai nyeri saat buang air kecil seringkali menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti infeksi ginjal. Gejala ini tidak boleh diabaikan, terutama jika muncul bersamaan dan berkepanjangan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Infeksi ginjal, atau pielonefritis, terjadi ketika bakteri menginfeksi satu atau kedua ginjal, dan penting untuk segera mengenali gejalanya agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Penyebab Nyeri Pinggang dan Nyeri Saat Buang Air Kecil
Nyeri pinggang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah otot dan tulang hingga gangguan pada ginjal. Ketika nyeri ini disertai dengan nyeri saat berkemih, hal ini kemungkinan menunjukkan infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal.
Infeksi ini terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui uretra. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar ke ginjal dan menimbulkan komplikasi serius.
Dokter menekankan bahwa gejala lain yang perlu diperhatikan meliputi demam, mual, dan perubahan warna urine. Penanganan dini terhadap gejala ini sangat krusial untuk mencegah kondisi yang lebih parah.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Gejala Lain yang Perlu Diperhatikan
Selain nyeri pinggang dan nyeri saat buang air kecil, gejala lain yang mungkin muncul termasuk demam tinggi dan kedinginan, yang menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Pasien juga dapat merasakan nyeri lebih tajam saat berkemih, serta urine yang mungkin tampak keruh dan berbau tidak sedap.
Gejala-gejala ini harus segera diatasi untuk mencegah infeksi menjadi semakin parah. Dalam beberapa kasus, jika infeksi tidak ditangani dengan baik, kerusakan permanen pada ginjal bisa saja terjadi.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ini dan segera mencari pengobatan yang sesuai.
Tindakan dan Pengobatan yang Diperlukan
Jika mengalami gejala yang telah disebutkan, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter segera. Dokter biasanya akan meminta pasien menjalani tes urine dan kemungkinan melakukan scan untuk memastikan adanya infeksi.
Pengobatan umumnya melibatkan pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi. Menyelesaikan seluruh obat yang diresepkan, walaupun gejala tampak membaik, adalah langkah yang sangat penting.
Dalam kasus infeksi yang parah, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan. Namun, deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah keadaan tersebut.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: