Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) baru saja mengeluarkan putusan terkait kontroversi tujuh pemain naturalisasi di Timnas Malaysia. Dalam keputusan ini, banding yang diajukan oleh Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) ditolak, dan denda yang diberikan FIFA tetap berlaku.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Putusan tersebut diumumkan setelah sidang di Lausanne, Swiss, pada 26 Februari 2026. Denda sebesar 350 ribu Swiss Franc, setara dengan sekitar Rp 7,5 miliar, harus tetap dipenuhi oleh FAM.
Penolakan Banding FAM oleh CAS
CAS secara resmi menolak banding yang diajukan oleh FAM, menjaga keberlanjutan denda yang telah ditetapkan oleh FIFA. "Banding yang diajukan Asosiasi Sepakbola Malaysia telah ditolak dan denda yang dijatuhi oleh FIFA tetap berlaku," kata pernyataan CAS.
Keputusan ini mencerminkan komitmen CAS dalam menjaga regulasi sepakbola internasional. Denda yang dijatuhkan bukan hanya sekadar sanksi, tapi juga sebagai upaya untuk mengamankan integritas permainan.
Seluruh proses ini menunjukkan betapa pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang sudah ada di level internasional. Dengan adanya keputusan ini, diharapkan semua pihak bisa lebih berhati-hati ke depannya.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Keringanan bagi Pemain Naturalisasi
Meskipun dilarang bermain selama 12 bulan, terdapat sedikit keringanan yang diberikan oleh CAS untuk tujuh pemain naturalisasi tersebut. Mereka tetap diperbolehkan untuk berlatih serta beraktivitas di luar pertandingan resmi.
CAS menyatakan, "Panel tersebut sebagian mengabulkan banding yang diajukan oleh para pemain, dan mengubah sanksi yang dijatuhkan FIFA sehingga larangan bermain hanya berlaku untuk pertandingan resmi."
Langkah ini memberikan harapan bagi para pemain untuk tetap aktif meskipun mengalami sanksi. Mereka dapat terus berlatih dan membangun kebugaran agar tetap siap ketika larangan tersebut berakhir.
Latar Belakang Kasus dan Tindakan FIFA
Kasus ini muncul sekitar setahun lalu, ketika tujuh pemain naturalisasi Malaysia terlibat dalam masalah administrasi serius. FIFA melakukan investigasi yang mendalam mengenai ikatan kewarganegaraan pemain-pemain tersebut.
Pemain yang terlibat adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Hasil investigasi FIFA menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki ikatan darah dengan Malaysia.
Penyelidikan juga menemukan bukti pemalsuan dokumen yang mendukung praktik tersebut, sehingga FIFA harus mengambil tindakan untuk menjaga integritas kompetisi yang ada. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya transparansi dan kejujuran dalam proses naturalisasi.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: