Jumat, 06 MARET 2026 • 10:03 WIB

Iran Tegaskan Selat Hormuz Masih Terbuka untuk Lalu Lintas

Author

Iran Tegaskan Selat Hormuz Masih Terbuka untuk Lalu Lintas

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk lalu lintas meski terdapat protokol khusus yang diterapkan selama masa perang.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Boroujerdi menyatakan bahwa mereka yang mematuhi protokol tersebut akan dapat melintasi selat strategis ini dengan aman.

Keberadaan Selat Hormuz dalam Stabilitas Regional

Mohammad Boroujerdi menjelaskan bahwa Selat Hormuz telah dijaga oleh Iran selama bertahun-tahun sebagai bagian dari tanggung jawab negara terhadap keamanan regional.

"Keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara, di mana Iran juga termasuk di dalamnya," ujarnya, menekankan pentingnya saling menghormati di jalur pelayaran utama ini.

Boroujerdi juga menyampaikan bahwa tidak seharusnya negara mana pun mengeksploitasi rasa aman di Selat Hormuz.

"Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz, harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah," tambahnya.

Reaksi Internasional terhadap Ketegangan

Ketegangan meningkat setelah serangan Israel terhadap Teheran pada 28 Februari lalu, dimana Israel mengumumkan keadaan darurat dan menutup wilayah udaranya.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Sejumlah juru bicara militer Israel menyatakan langkah ini sebagai antisipasi untuk menghindari serangan balasan dari Iran.

Laporan dari The Guardian menunjukkan bahwa Israel bersiap menghadapi kemungkinan serangan drone dan rudal dari Iran, menciptakan ketidakpastian di kawasan yang rawan.

Selain itu, ledakan yang terdengar dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menunjukkan bahwa tujuan dari serangan ini sangat strategis.

Peran Amerika Serikat dalam Konflik

Keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan tersebut menambah lapisan kompleksitas di tengah ketegangan yang ada, menimbulkan kekhawatiran di dalam dan luar negeri.

Beberapa pejabat AS mengonfirmasi bahwa keterlibatan mereka dalam operasi tersebut bertujuan untuk menekan Iran terkait program nuklirnya.

AS juga menggerakkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan, meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Namun, kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai potensi konfrontasi langsung yang dapat mengganggu stabilitas regional dan keamanan global di jalur perdagangan yang vital ini.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU