Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia tetap aman. Ini meski situasi geopolitik dunia, terutama terkait perang antara Iran dan Israel, semakin intensif.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Krisis di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak, tidak menghentikan langkah Indonesia untuk memastikan ketersediaan energi dalam negeri. Bahlil meyakinkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan alternatif untuk menjamin pasokan BBM dan LPG.
Dampak Penutupan Selat Hormuz dan Kesiapan Energi Indonesia
Selat Hormuz merupakan jalur utama peredaran minyak dengan angka mencapai 20,1 juta barel per hari. Indonesia sendiri mengimpor hampir 19% dari total kebutuhan minyak melalui selat ini.
Meskipun penutupan selat ini memberikan dampak yang signifikan bagi banyak negara, Bahlil tetap optimis. Ia menjelaskan, "Kita tahu geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi untuk kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk ketersediaan BBM dan LPG, Insya Allah aman."
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Arahan Presiden untuk Pembangunan Fasilitas Penyimpanan
Untuk menanggulangi masalah ketahanan energi, Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya pembangunan fasilitas penyimpanan minyak. Arahan ini bertujuan untuk mempercepat langkah-langkah yang diperlukan.
Bahlil mengatakan, "Saya udah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera bangun. Supaya apa? Ini kan kita butuh survival." Langkah ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak.
Strategi untuk Memperkuat Cadangan Energi Domestik
Pembangunan tangki penyimpanan menjadi sangat penting demi memperkuat cadangan energi domestik di Indonesia. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian energi nasional.
Bahlil memastikan bahwa investasi untuk proyek ini telah disiapkan dan ada dukungan dari berbagai investor. "Kalau memang itu dibutuhkan untuk kita bangun untuk BBM jadinya, itu kan di kilang sebenarnya," ujarnya, menyoroti pentingnya proses pengolahan minyak mentah di kilang yang ada.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: