Rabu, 04 MARET 2026 • 23:18 WIB

Ancaman Perang di Iran: Pernyataan Menlu Sugiono Menggambarkan Situasi Sensitif

Author

Ancaman Perang di Iran: Pernyataan Menlu Sugiono Menggambarkan Situasi Sensitif

Menteri Luar Negeri Sugiono memperingatkan tentang risiko besar yang muncul dari perang yang terjadi di Iran, yang berpotensi melibatkan banyak negara lainnya.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Ia menegaskan bahwa jika situasi tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Risiko Eskalasi yang Meningkat

Dalam sebuah konferensi di Hotel Fairmont, Jakarta, Sugiono menyatakan, "Risiko paling buruk adalah terjadinya eskalasi yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak negara gitu." Pernyataan ini menyoroti potensi ketegangan yang bisa melampaui batas jika tidak ditangani dengan bijak.

Ia juga menekankan komitmen semua negara untuk melakukan de-eskalasi, berharap, "Kita menginginkan ada de-eskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan." Ini menunjukkan urgensi untuk menurunkan ketegangan di kawasan tersebut.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Gagalnya Perundingan di Jenewa

Sugiono mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa, dengan mengatakan, "Kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi." Hal ini menunjukkan dampak dari diplomasi yang tidak berhasil.

Ia juga mencatat bahwa kegagalan tersebut membuka potensi ketegangan yang lebih besar, menegaskan, "Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain."

Indonesia Siap Mediator

Dalam wawancara yang sama, Sugiono mengungkapkan dukungan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator dalam konflik ini, menyatakan, "keinginan beliau, menawarkan kesediaan beliau untuk menjadi mediator jika kedua belah pihak menyepakati dan menyetujui ya."

Sugiono menekankan pentingnya semua pihak menahan diri agar tidak terjadi konflik yang lebih meluas, menambahkan, "Intinya adalah bahwa ya, kita berharap agar prinsip-prinsip hukum-hukum internasional, piagam PBB itu tetap dihormati."

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU