Demam yang berlangsung lebih dari lima hari dapat menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Penting untuk memahami penyebab dan pemeriksaan medis yang diperlukan dalam situasi ini.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Sebagian besar kasus demam berkepanjangan ini dihubungkan dengan infeksi, namun ada banyak faktor lain yang bisa berkontribusi. Mempelajari gejala dan langkah-langkah pemeriksaan yang tepat dapat membantu dalam mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Penyebab Umum Demam Berkepanjangan
Infeksi virus seperti influenza dan dengue sering menjadi penyebab utama demam berkepanjangan. Gejala tambahan seperti batuk, pilek, serta nyeri otot mungkin muncul bersamaan.
Selain infeksi virus, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti pneumonia, tuberkulosis, dan infeksi saluran kemih juga dapat memicu demam yang berlangsung lama.
Selain itu, penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis perlu diwaspadai. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel-sel sehat, menyebabkan peradangan yang berkelanjutan.
Kanker, terutama jenis limfoma, juga dapat menjadi penyebab demam berkepanjangan. Dalam hal ini, demam bisa muncul sebagai salah satu gejala penyakit yang lebih serius.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Gejala yang Menyertai Demam Berkepanjangan
Demam biasanya disertai gejala seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat pada malam hari. Ini bisa jadi petunjuk penting dalam analisis penyakit.
Gejala gastrointestinal seperti diare dan mual juga mungkin tampak, tergantung penyebab demam. Hal ini sering terlihat pada infeksi yang bersumber dari saluran pencernaan.
Selain itu, sakit kepala dan nyeri otot kerap dialami oleh penderita demam berkepanjangan. Ketidaknyamanan ini dapat membuat kondisi tubuh semakin parah dan menimbulkan rasa lelah.
Pemeriksaan yang Disarankan
Jika demam berkepanjangan berlangsung lebih dari lima hari, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara kesehatan sebagai langkah awal untuk mendiagnosis.
Pemeriksaan darah mungkin akan direkomendasikan untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi atau gangguan lainnya. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri atau virus yang menyerang tubuh.
Dokter juga bisa menyarankan tes pencitraan, seperti rontgen dada, jika terdapat indikasi adanya infeksi paru-paru. Ini penting untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi organ vital lainnya.
Dalam beberapa kasus, tes lebih spesifik mungkin dibutuhkan, terutama jika ada dugaan terhadap penyakit serius seperti kanker atau penyakit autoimun. Deteksi cepat dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pengobatan.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: