Amerika Serikat melalui Komando Pusatnya (CENTCOM) mengumumkan telah menghancurkan semua kapal Iran yang beroperasi di Teluk Oman, menyatakan tidak ada lagi kapal Iran yang tersisa di sana.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Pernyataan ini muncul bersamaan dengan operasi militer gabungan AS-Israel yang mengakibatkan kematian beberapa pejabat senior Iran.
Pernyataan Resmi dari CENTCOM
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebutkan, 'Dua hari lalu, rezim Iran memiliki 11 kapal di Teluk Oman. Hari ini, mereka memiliki nol,' menandakan klaim penghancuran total terhadap armada kapal tersebut.
Pihak CENTCOM juga menambahkan bahwa Iran telah lama mengganggu pelayaran internasional di wilayah itu dan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kebebasan navigasi maritim. 'Masa-masa itu telah berakhir,' lanjutnya.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Reaksi Iran terhadap Klaim AS
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi terkait klaim mengenai kerugian armadanya di Teluk Oman.
Sebelum pengumuman resmi dari CENTCOM, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa sembilan kapal angkatan laut Iran telah ditenggelamkan, lalu mengubah angka itu menjadi sepuluh pada hari berikutnya. Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa markas angkatan laut Iran telah 'sebagian besar dihancurkan.'
Operasi Militer dan Tindakan Balasan Iran
Operasi militer yang digelar merupakan bagian dari kampanye angkatan laut berskala besar yang dimulai pada 28 Februari, yang dilaporkan mengakibatkan tewasnya beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS, menunjukkan tingginya ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: