Iran memberikan tanggapan terhadap pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Jerman, Prancis, dan Inggris mengenai dukungan militer terhadap negara-negara Teluk. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak berdampak pada kepentingan Iran.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Boroujerdi menekankan bahwa negara tersebut berada dalam posisi bertahan terhadap serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Ia menambahkan, 'Kami hanya memberikan reaksi terhadap serangan yang terjadi kepada negara kami.'
Pernyataan Terkait Tindakan Eropa
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menjelaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk menyerang kepentingan negara-negara Eropa. Ia mengatakan, 'Langkah tersebut tidak memiliki arti dikarenakan kami bukan pihak yang menyerang kepentingan mereka.'
Boroujerdi juga menegaskan pentingnya posisi Iran dalam melindungi rakyatnya yang menjadi korban dalam konflik yang lebih luas. Dalam hal ini, ia menyatakan, 'Kami berada dalam posisi membela negara dan masyarakat kami yang sedang terbunuh saat ini.'
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Respon Jerman, Prancis, dan Inggris
Pada tanggal 1 Maret, Jerman, Prancis, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yang menunjukkan dukungan untuk mengambil tindakan defensif terhadap Iran. Mereka menyebutkan kesiapan untuk menghancurkan kemampuan militer Iran.
Di dalam pernyataan tersebut, mereka menyatakan, 'Serangan sembrono Iran telah menyasar sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh kawasan.' Ini menunjukkan kekhawatiran besar yang dirasakan negara-negara Eropa terhadap aksi Iran di wilayah tersebut.
Konflik dan Penahanan di Pangkalan AS
Iran telah meluncurkan beberapa serangan ke pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai reaksi terhadap tekanan yang diberikan oleh Washington dan Israel. Target utama dalam serangan ini termasuk fasilitas-fasilitas militer di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi.
Menanggapi perkembangan ini, negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil langkah-langkah melindungi keamanan wilayah tersebut. Mereka mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan, '[Kami] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela keamanan dan stabilitas serta untuk melindungi teritori, warga negara, dan penduduk.'
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: