Selasa, 03 MARET 2026 • 10:28 WIB

Akhir Ketegangan: Iran Siap Luncurkan Ancaman Baru ke AS

Author

Akhir Ketegangan: Iran Siap Luncurkan Ancaman Baru ke AS

Badan intelijen Amerika Serikat memperkirakan bahwa Iran akan segera meluncurkan serangan langsung ke wilayah AS usai insiden baru-baru ini di Timur Tengah.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Laporan ini menyoroti potensi ancaman dari Iran dan proksinya, yang dapat memengaruhi situasi keamanan nasional.

Analisis Ancaman dari Iran

Dalam penilaian ancaman yang dirilis pada 28 Februari oleh Kantor Intelijen dan Analisis Kementerian Keamanan Dalam Negeri, intelijen menyatakan bahwa meskipun serangan fisik berskala besar dirasa tidak mungkin, Iran dan proksinya dapat melancarkan ancaman berkelanjutan di AS.

"Dan hampir pasti akan meningkatkan tindakan pembalasan atau seruan untuk bertindak jika laporan tentang kematian Ayatollah terkonfirmasi," rincian laporan tersebut memberikan gambaran mengenai potensi reaksi yang muncul dari dalam negeri AS.

Serangan yang dapat terjadi dikategorikan sebagai serangan terarah, yang berpotensi menargetkan infrastruktur krusial serta individu yang dinilai sebagai lawan.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Tindakan Respons AS Terhadap Ancaman

Menanggapi serangan yang dilaksanakan pada 28 Februari oleh AS dan Israel, di mana pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas, Garda Revolusi Iran langsung meluncurkan serangan balasan ke Israel serta aset militer AS di wilayah Timur Tengah.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, mendeklarasikan, "Saya berkoordinasi langsung dengan mitra intelijen dan penegak hukum federal kami saat kami terus memantau dan menggagalkan setiap potensi ancaman terhadap tanah air."

DHS juga mengawasi kemungkinan serangan siber dari kelompok peretas yang terhubung dengan Iran yang berpotensi memengaruhi jaringan-jaringan di AS.

Dinamika Konsekuensi di Kawasan

Laporan DHS memberi peringatan bahwa ancaman terhadap AS dan sekutunya di Timur Tengah mungkin akan terus meningkat, di mana Iran mungkin akan menyalahkan pejabat senior pemerintah AS atas situasi yang berkembang.

Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyerukan perubahan rezim memperburuk ketegangan antara AS dan Iran, serta negara-negara di sekitarnya.

Situasi ini mengharuskan pemerintah AS untuk tetap waspada dan memperkuat koordinasi dengan mitra internasional guna memantau dan mengatasi segala ancaman yang mungkin muncul.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU