Senin, 02 MARET 2026 • 13:41 WIB

Inggris Siap Dukung Aksi Militer Terhadap Iran Bersama AS dan Israel

Author

Inggris Siap Dukung Aksi Militer Terhadap Iran Bersama AS dan Israel

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan bahwa negaranya siap memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dan Israel dalam serangan terhadap Iran. Pengumuman ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Kesiapan Inggris muncul setelah menerima permintaan resmi dari AS untuk menggunakan pangkalan militer mereka di wilayah Timur Tengah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya kolektif untuk menjaga keamanan di region tersebut.

Dukungan Hingga Pertahanan Kolektif

Keir Starmer menekankan bahwa keputusan Inggris untuk memberikan dukungan ini bertujuan untuk menangkal ancaman dari Iran. Ancaman tersebut dinilai dapat mencelakakan warga sipil, termasuk warga Inggris, serta merusak stabilitas di negara lain yang tidak terlibat dalam konflik.

Dalam pernyataan resminya, Starmer mengungkapkan, 'Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris.'

Keputusan ini juga mencerminkan prinsip pertahanan diri kolektif, yang telah lama menjadi dasar bagi hubungan politik dan militer Inggris dengan AS dan Israel.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Situasi yang Memanas di Timur Tengah

Starmer mengklarifikasi bahwa dukungannya bukanlah langkah ofensif terhadap Iran. Ia menyatakan, 'Kami tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam aksi ofensif sekarang.'

Sebelumnya, Starmer telah menolak penggunaan pangkalan militer di Inggris untuk serangan terhadap Iran, namun perkembangan situasi memaksa pemerintah untuk meninjau kembali strategi yang ada.

Serangan yang diluncurkan oleh AS dan Israel terhadap Iran sebelumnya telah menyebabkan banyak korban jiwa, termasuk kematian Ayatollah Ali Khamenei, dan dampaknya jelas terlihat dalam meningkatnya ketegangan.

Risiko yang Dihadapi Inggris dan Sekutu

Starmer mengingatkan bahwa serangan Iran dapat mengancam kepentingan Inggris. Ia menekankan adanya serangan baru-baru ini terhadap lokasi-lokasi vital, termasuk bandara yang digunakan oleh warga Inggris.

'Ini jelas merupakan situasi yang berbahaya,' ujarnya, menekankan pentingnya bagi Inggris untuk siap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dari Iran yang semakin agresif.

Pasca kematian Khamenei, ada harapan bahwa kepemimpinan Iran akan menunjukkan sikap yang lebih agresif. Hal ini menimbulkan kemungkinan serangan yang lebih besar terhadap wilayah-wilayah yang menjadi sasaran.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU