Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:29 WIB

Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatan

Author

Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatan

Tinnitus, atau yang lebih dikenal sebagai telinga berdenging, merupakan kondisi umum yang mempengaruhi banyak individu di seluruh dunia. Suara seperti berdengung atau berdesing ini terjadi tanpa adanya sumber suara eksternal.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Berbagai faktor penyebab tinnitus termasuk paparan suara keras dan beberapa kondisi medis. Pengobatan untuk tinnitus bervariasi, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.

Penyebab Tinnitus

Penyebab tinnitus sangat beragam, salah satunya adalah paparan suara keras secara berkelanjutan. Penelitian menunjukkan bahwa kebisingan di lingkungan kerja, konser, atau alat musik dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel pendengaran.

Infeksi telinga, penumpukan cairan, serta gangguan di telinga tengah juga diketahui dapat memicu munculnya tinnitus. Selain itu, kondisi kesehatan seperti hipertensi, diabetes, dan stres merupakan faktor risiko yang harus diperhatikan.

Penyakit Meniere, yang ditandai dengan ketidakstabilan dan kehilangan pendengaran, juga sering dihubungkan dengan tinnitus. Beberapa obat seperti antibiotik, diuretik, serta pereda nyeri dapat mengandung efek samping yang menyebabkan tinnitus.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Gejala Tinnitus

Gejala yang umum muncul adalah suara berdengung yang bervariasi dalam intensitas dan frekuensi. Suara ini dapat terdengar seperti desiran, lokan, atau bunyi terputus-putus.

Kondisi ini dapat bersifat temporer atau berlangsung kronis, bergantung pada penyebabnya. Selain mendengar suara, penderita sering mengalami gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, serta perubahan mood.

Tinnitus bukanlah penyakit secara langsung, melainkan gejala yang menunjukkan adanya kondisi kesehatan lain. Oleh karena itu, diagnosis yang akurat sangat penting.

Pengobatan Tinnitus

Pilihan pengobatan untuk tinnitus bervariasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan gejala. Dalam beberapa kasus, pengobatan mungkin tidak diperlukan jika gejala berlangsung sementara dan tidak mengganggu aktivitas.

Terapi suara yang meliputi alat bantu dengar atau generator suara sering dianjurkan untuk membantu meredakan gejala. Terapi kognitif perilaku (CBT) juga dapat digunakan untuk mengelola dampak psikologis dari tinnitus.

Pada kasus lebih serius, tindakan medis seperti pembedahan dapat dipertimbangkan jika terdapat kelainan struktural di telinga. Konsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan sangat dianjurkan untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU