Cristiano Ronaldo, ikon sepak bola dunia, telah menjadi miliarder berkat berbagai inovasi bisnisnya yang sukses.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Usahanya mulai dari hotel hingga investasi di klub olahraga menunjukkan bahwa kemampuannya tidak hanya terbatas di lapangan hijau.
Kerajaan Hotel dan Properti
Ronaldo menandatangani kesepakatan dengan jaringan hotel Pestana pada tahun 2016 untuk mengembangkan merek hotel dan bar bernama Pestana CR7. Jaringan ini kini hadir di berbagai kota besar seperti Madeira, Lisbon, Madrid, New York, dan Marrakech.
Ambisi Ronaldo untuk memperluas bisnisnya terasa nyata dengan rencana pengembangan di Inggris. Ia tidak hanya fokus di satu lokasi, tetapi juga mengelola properti bernilai miliaran dengan rumah yang tersebar di Madeira, Manchester, Marbella, dan Madrid.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Perluasan di Bidang Kesehatan dan Kebugaran
Cristiano Ronaldo memiliki pusat kebugaran bernama CR7 Crunch Fitness yang aktif di Spanyol dan Portugal. Ini merupakan wujud komitmennya untuk mendukung gaya hidup sehat.
Lebih dari itu, Ronaldo telah berinvestasi dalam klinik kesehatan Insparya yang fokus pada perawatan rambut. Ia juga menjalin kerja sama dengan Ava untuk menyediakan alat kebugaran dan pemantau kesehatan.
Diversifikasi Usaha di Sektor Fashion dan Teknologi
Merek pakaian 'CR7' yang diciptakan Ronaldo pada tahun 2006 kini menjadi salah satu yang terdepan di bidang fashion, mencakup produk pakaian dalam, sepatu, dan parfum. Inovasi ini telah membantu mengukuhkan namanya di industri fashion.
Di ranah teknologi, Ronaldo tidak mau ketinggalan. Ia mengembangkan aplikasi Erakulis yang menghubungkan kebugaran dan nutrisi, serta meluncurkan Viva Ronaldo pada tahun 2013. Investasi di Perplexity AI menambah daftar panjang bisnis teknologi yang ia miliki.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: