Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 23:40 WIB

Risiko Migrain Saat Puasa yang Perlu Diperhatikan

Author

Risiko Migrain Saat Puasa yang Perlu Diperhatikan

Puasa menjadi momen penting bagi banyak orang di Indonesia, namun ada risiko kesehatan yang perlu dipahami, khususnya migrain. Perubahan rutinitas dan pola makan selama bulan puasa dapat meningkatkan kemungkinan serangan migrain.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Dehidrasi dan perubahan pola makan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kesehatan selama menjalani ibadah puasa. Memperhatikan hal ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan.

Pengertian Migrain dan Penyebabnya

Migrain merupakan jenis sakit kepala berdenyut yang sering disertai dengan gejala seperti mual dan kepekaan terhadap cahaya. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar satu dari tujuh orang dewasa mengalami migrain secara teratur.

Faktor pemicu migrain berbeda-beda untuk setiap individu, namun umumnya termasuk stres, perubahan hormonal, serta pola makan yang tidak teratur. Selama bulan puasa, banyak yang menerapkan pola makan yang drastis, yang dapat memperburuk gejala migrain.

Dehidrasi juga menjadi salah satu penyebab utama yang sering luput dari perhatian. Ketika tubuh kurang cairan, risiko terjadinya sakit kepala dan migrain dapat meningkat secara signifikan.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Dampak Perubahan Pola Makan Selama Puasa

Selama puasa, umat Muslim menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam, yang menyebabkan perubahan dalam pola konsumsi makanan. Perubahan ini dapat mengganggu rutinitas tubuh dalam memperoleh nutrisi yang dibutuhkan.

Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat saat sahur, misalnya, dapat memicu fluktuasi kadar gula darah yang tajam. Penurunan kadar gula darah yang ekstrim dapat menjadi pemicu migrain bagi beberapa orang.

Di sisi lain, jika berbuka dengan makanan yang tidak sehat dan berlemak, ini bisa memberi beban tambahan pada sistem pencernaan dan memicu sakit kepala. Oleh karena itu, pilihan makanan bergizi sangat krusial selama bulan puasa.

Cara Mengurangi Risiko Migrain Selama Puasa

Untuk mengurangi risiko migrain, menjaga hidrasi merupakan hal yang penting. Disarankan untuk meminum air yang cukup saat sahur dan berbuka untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Konsumsi makanan yang terjangkau serat dan protein saat sahur dapat membantu menjaga energi dan kestabilan kadar gula darah. Pendekatan ini berpotensi mengurangi kemungkinan serangan migrain.

Jika ada riwayat migrain, berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan puasa adalah langkah yang bijak. Mereka dapat memberikan saran khusus sesuai dengan kondisi kesehatan individu.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU