Konflik antara Afghanistan dan Pakistan kembali meningkat dengan serangan udara yang diluncurkan oleh militer Pakistan di berbagai provinsi Afghanistan pada Jumat pagi.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Serangan ini memicu respons dari Taliban yang saat ini menguasai Afghanistan, menyusul gencatan senjata yang sudah rapuh sejak enam bulan lalu.
Situasi Terkini di Perbatasan
Militer Pakistan mengklaim serangan tersebut telah menewaskan 133 petempur Taliban. Namun, Taliban melaporkan bahwa 55 tentara Pakistan juga kehilangan nyawa dalam serangan balasan.
Pertempuran terjadi meskipun ada gencatan senjata hasil mediasi yang telah berlangsung sejak Oktober lalu setelah periode kekerasan yang tinggi di perbatasan.
Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengecam serangan tersebut dengan mengatakan, 'militer Pakistan yang pengecut telah melancarkan serangan-serangan udara di wilayah Kabul, Kandahar, dan Paktia,' dan menegaskan bahwa operasi balasan sudah dimulai.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Dampak Serangan
Kementerian Informasi Pakistan menyebutkan bahwa serangan ini adalah respons terhadap serangan Taliban yang terjadi sehari sebelumnya. Mereka memperingatkan, 'Pakistan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan integritas wilayah.'
Pakistan mengklaim bahwa 133 petempur Taliban tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka. Mereka juga menyatakan bahwa 27 pos Taliban telah dihancurkan, menambah ketegangan di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Mujahid mengklaim tidak ada korban dari pihak Taliban dalam serangan terbaru, sementara Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentara Afghanistan tewas dan 11 lainnya terluka.
Perbedaan Angka Korban
Kedua belah pihak melaporkan angka korban yang berbeda secara signifikan. Juru bicara Taliban mengklaim bahwa 55 tentara Pakistan tewas, sementara pihak Pakistan mengonfirmasi hanya dua tentara yang tewas dan tiga lainnya luka-luka.
Kementerian Pertahanan Afghanistan juga melaporkan bahwa sekitar 13 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam kamp pengungsi di Nangarhar.
Ketimpangan data ini semakin menambah komplikasi dalam penyelesaian konflik yang berkepanjangan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: