Korea Selatan memulai uji coba kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal Indonesia, menandai langkah besar dalam upaya menarik lebih banyak pengunjung dari Asia Tenggara. Keputusan ini diumumkan dalam pertemuan resmi yang dipimpin oleh Presiden Lee Jae Myung dan Perdana Menteri Kim Min-seok.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kebijakan tersebut dirancang untuk kelompok wisatawan yang terdiri dari tiga orang atau lebih, bertujuan memberikan kemudahan akses bagi para pelancong dan memperkuat hubungan pariwisata regional.
Kebijakan Bebas Visa untuk Wisatawan Indonesia
Pemerintah Korea Selatan mengumumkan rencana untuk memberikan fasilitas bebas visa bagi turis Indonesia sebagai bagian dari strategi menarik 30 juta kunjungan turis asing. Uji coba ini khusus untuk kelompok wisatawan yang terdiri dari minimal tiga orang.
Dalam pertemuan National Tourism Strategy Meeting ke-11, Presiden Lee Jae Myung dan Perdana Menteri Kim Min-seok menjelaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat meningkatkan arus masuk wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Selain itu, kebijakan ini juga memperluas syarat visa bagi warga negara lain, termasuk dari China, dengan menyediakan visa multiple-entry yang berlaku hingga lima tahun.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus
Perluasan Gerbang Imigrasi Otomatis
Sebagai bagian dari peningkatan aksesibilitas, Korea Selatan memperluas penggunaan sistem gerbang imigrasi otomatis untuk wisatawan internasional. Sebelumnya, fasilitas ini hanya tersedia untuk 18 negara, termasuk Jepang dan Australia.
Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pengawasan imigrasi di bandara, sehingga kunjungan wisatawan dapat terasa lebih nyaman. Selain itu, ada rencana untuk mengembangkan sektor pariwisata di luar ibu kota Seoul.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi juga berencana untuk meningkatkan penerbangan internasional langsung menuju bandara-bandara regional dengan cara menawarkan hak lalu lintas udara khusus dan potongan biaya kepada maskapai.
Kampanye Meningkatkan Pariwisata Jangka Panjang
Pemerintah Korea Selatan meluncurkan kampanye bernama Visit Korea 2027-2029 sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mempromosikan pengalaman wisata yang beragam. Fokus dari kampanye ini meliputi promosi K-beauty dan K-food.
Presiden Lee Jae Myung menekankan bahwa pariwisata harus diposisikan sebagai industri strategis nasional. Ia berpendapat bahwa menjual destinasi saja tidak cukup; pengalaman yang berkesan bagi pengunjung juga penting.
Pemerintah berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas terhadap praktik kenaikan harga yang tidak wajar yang dapat merugikan citra pariwisata Korea, termasuk penerapan sanksi bagi bisnis yang tidak mematuhi ketentuan harga yang berlaku.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: