Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 10:29 WIB

Kelainan Perilaku Seorang Pria Mengaku Polisi di SPBU Cipinang

Author

Kelainan Perilaku Seorang Pria Mengaku Polisi di SPBU Cipinang

Peristiwa penganiayaan terjadi di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, ketika tiga petugas ditimpa tindakan kekerasan setelah menolak permohonan pengisian BBM yang tidak sesuai prosedur. Insiden ini berlangsung sekitar pukul 22.22 WIB dan menimbulkan ketegangan di lokasi.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Peraturan yang mengharuskan kendaraan pemerintah menunjukkan barcode sesuai data resmi menjadi pemicu utama pertikaian. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan distribusi bahan bakar jenis Pertalite.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat sebuah mobil berusaha mengisi BBM jenis Pertalite. Menurut kebijakan yang berlaku, semua kendaraan bersubsidi harus menunjukkan barcode yang terdaftar, dan dalam kasus ini, prosedur tersebut menjadi penyebab utama ketegangan.

Hendra, pengawas SPBU, mengungkapkan, 'Ketika di-scan barcode subsidinya, memang pelat nomornya sesuai. Tapi foto kendaraan di data barcode itu berbeda dengan mobil yang datang.' Penjelasan ini tidak menyurutkan keinginan pelanggan untuk tetap meminta pengisian.

Meskipun operator telah memberikan klarifikasi, pelanggan bersikeras dan situasi semakin memanas. Upaya untuk menenangkan pelanggan akhirnya gagal, yang berujung pada aksi kekerasan terhadap petugas.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Identitas Pelaku dan Pengakuan

Setelah kejadian, identitas pelaku mulai terkuak. Pria tersebut mengklaim sebagai oknum polisi, tetapi penelitian lanjutan oleh pihak kepolisian membuktikan bahwa ia adalah seorang wirausaha.

Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menegaskan, 'Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri.' Ini menunjukkan pentingnya investigasi menyeluruh dalam mengatasi masalah seperti ini.

Pihak kepolisian juga menyatakan, 'Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan,' sebagai bentuk komitmen untuk menuntaskan kasus penganiayaan ini.

Status Hukum Pelaku

Pelaku berinisial JM (31) telah melakukan tes urine yang hasilnya menunjukkan positif narkoba. Kombes Pol Alfian Nurrizal, Kapolres Jakarta Timur, menyatakan bahwa pelaku terbukti positif terhadap narkotika jenis sabu dan ganja.

Motif di balik tindakan kekerasan ini diketahui sebagai reaksi emosional terhadap penolakan permohonan pengisian BBM. Kombes Alfian menekankan bahwa masyarakat harus berhati-hati terhadap informasi yang beredar dan tidak terprovokasi oleh berita tidak jelas.

Kasus ini menekankan pentingnya penegakan hukum di lapangan serta perlunya sosialisasi yang lebih efektif mengenai prosedur pengisian bahan bakar.

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU