Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi. Pernyataan ini dibuat setelah banyaknya diskusi di media sosial mengenai keluhan menu Ramadan yang dianggap tidak memadai.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa alokasi terhadap bahan makanan tidak sama dengan anggaran operasional dan insentif yang digunakan dalam program ini.
Rincian Anggaran MBG
Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa besaran anggaran untuk balita dan siswa kelas 3 SD adalah Rp8.000 per porsi, sementara untuk anak kelas 4 SD dan di atasnya serta ibu menyusui, anggaran meningkat menjadi Rp10.000 per porsi.
Nanik menekankan bahwa anggaran ini tidak sepenuhnya diperuntukkan bagi bahan makanan. Sebagian anggaran juga dialokasikan untuk biaya operasional dan insentif bagi yayasan atau mitra pelaksana yang terlibat.
Sebagai contoh, dari total anggaran, Rp3.000 per porsi digunakan untuk biaya operasional yang meliputi pembiayaan seperti listrik, internet, gas, dan insentif bagi relawan. 'Anggaran ini juga mencakup pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan yang bekerja dalam program ini,' ungkap Nanik.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Penggunaan Anggaran untuk Fasilitas
Di samping biaya operasional, sekitar Rp2.000 per porsi dialokasikan untuk sewa lahan dan bangunan, termasuk dapur dan gudang yang diperlukan. Alokasi ini bertujuan untuk memastikan semua kebutuhan terkait penyediaan makanan dapat terpenuhi.
Nanik menjelaskan bahwa anggaran ini menjamin fasilitas yang memadai untuk penyelenggaraan MBG. 'Fasilitas ini mencakup sewa peralatan masak yang modern dan efisien untuk memproduksi makanan yang sehat,' tuturnya.
Dalam petunjuk teknis terbaru, anggaran ini juga berfungsi sebagai insentif bagi SPPG, yang bertanggung jawab untuk melayani hingga 3.000 penerima manfaat setiap harinya.
Tindak Lanjut dan Transparansi
BGN menyatakan kesediaan untuk menerima masukan serta laporan jika terdapat indikasi bahwa menu MBG kurang sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan. Mereka berkomitmen menangani setiap laporan dengan profesional dan objektif.
Nanik memastikan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG berada pada jalur yang sesuai dengan prosedur yang berlaku. 'Kami ingin memastikan bahwa program berjalan sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan,' tegasnya.
Dengan penjelasan ini, BGN berharap publik dapat memperoleh informasi yang jelas dan transparan mengenai anggaran Program Makan Bergizi Gratis.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: