Kerusuhan besar terjadi di Meksiko dengan sedikitnya 73 orang tewas setelah kematian pemimpin kartel, El Mencho, dalam operasi militer.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Menteri Keamanan Meksiko mengkonfirmasi bahwa serangan terpisah di negara bagian Jalisco mengakibatkan kematian 25 anggota Garda Nasional.
Tewasnya El Mencho dan Dampaknya
Kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal sebagai El Mencho, terjadi dalam operasi militer di Kota Tapalpa, Jalisco, pada Minggu (22/2).
El Mencho dikenal sebagai pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), yang memiliki jaringan luas dengan ribuan anggota, terlibat dalam berbagai kejahatan berat.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Korban dan Kerusuhan yang Meluas
Selain 25 anggota Garda Nasional yang tewas, sekitar 30 terduga anggota organisasi kriminal juga dilaporkan meninggal dalam kerusuhan yang berlangsung di Jalisco.
Kerusuhan tersebut juga berimbas pada negara bagian Michoacan, di mana empat orang tewas, menunjukkan jangkauan dampak ketegangan ini.
Reaksi Luas dari Otoritas dan Masyarakat
Situasi tidak terkendali ini menyebabkan penutupan banyak sekolah dan tempat wisata demi keamanan warga dan pengunjung.
Kepanikan melanda berbagai lokasi, termasuk bandar udara, di mana banyak pelancong berlari mencari tempat berlindung, dengan sebagian dari mereka menjatuhkan barang bawaannya.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: