Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 10:50 WIB

Kementerian Luar Negeri Siaga Terkait Situasi WNI di Iran

Author

Kementerian Luar Negeri Siaga Terkait Situasi WNI di Iran

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memberikan informasi terbaru tentang keadaan warga negara Indonesia di Iran di tengah ketegangan yang berlanjut dengan Amerika Serikat.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Kemlu RI juga sudah menyiapkan berbagai opsi evakuasi, sementara status keamanan Siaga 1 tetap berlaku.

Monitor Kondisi WNI di Iran

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI dari Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa meski kondisi di Teheran dan sejumlah kota lainnya masih kondusif, status Siaga 1 tetap diberlakukan.

Dalam pernyataannya, Heni menyebutkan, "Semua rencana kontingensi tetap disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan."

KBRI Teheran juga aktif berkomunikasi dengan para WNI untuk memastikan mereka berada dalam keadaan aman, dan hingga saat ini tidak ada laporan ancaman langsung terhadap WNI.

Pentingnya Kewaspadaan

Meskipun situasi terpantau aman, WNI di Iran diwajibkan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan yang ada.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Heni Hamidah menyarankan, "Kepada seluruh WNI di Iran diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran."

Penting bagi WNI untuk memahami dinamika internasional yang dapat mempengaruhi keamanan mereka.

Ketegangan AS dan Iran

Situasi tegang antara AS dan Iran semakin meningkat, terutama setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir.

"Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan," ujar Trump, disertai peringatan akan konsekuensi jika kesepakatan gagal dicapai.

Sebuah laporan dari Financial Times mengindikasikan bahwa AS telah menyiagakan 16 kapal perang dan 7 skuadron udara dengan total 70 jet tempur di berbagai pangkalan di Timur Tengah.

Hal ini membuat beberapa negara seperti Jerman, Polandia, Swedia, India, dan Korea Selatan meminta warganya untuk segera meninggalkan Iran.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU