Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 13:25 WIB

Prediksi Kenaikan Harga Komponen Elektronik Hingga 2026: Apa yang Perlu Diketahui?

Author

Prediksi Kenaikan Harga Komponen Elektronik Hingga 2026: Apa yang Perlu Diketahui?

Harga berbagai komponen elektronik, termasuk RAM dan SSD, diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan hingga tahun 2026. Dampak ini juga akan menjalar pada produk lain seperti router dan set-top box yang semakin melonjak harganya.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Analisis terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa tren kenaikan ini diperkirakan akan berlanjut setidaknya hingga pertengahan tahun 2026, dengan potensi puncaknya terjadi di paruh pertama tahun tersebut.

Dinamika Harga Komponen Elektronik

Harga memori DRAM mengalami lonjakan yang cukup signifikan, yaitu lebih dari 600% dalam satu tahun terakhir. Dalam analisis tersebut, terlihat bahwa tidak hanya RAM dan SSD yang menjadi sorotan, tetapi produk lain seperti router dan set-top box juga diantisipasi mengalami kenaikan harga.

Counterpoint Research melaporkan bahwa selama sembilan bulan terakhir, harga memori untuk smartphone telah meningkat tiga kali lipat. Sementara itu, produk broadband yang berbasis memori juga tercatat naik nyaris tujuh kali lipat.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan telekomunikasi yang merencanakan peluncuran layanan broadband berbasis fiber atau fixed wireless pada tahun 2026. Oleh karena itu, pemantauan harga yang cermat menjadi sangat penting dalam merencanakan strategi penjualan yang efektif.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dampak terhadap Pengiriman Smartphone

Counterpoint juga memprediksi bahwa pengiriman smartphone secara global akan mengalami penurunan sebesar 2,1% pada tahun 2026. Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah harga ponsel yang diperkirakan akan naik hingga 6,9%.

Kenaikan ini sangat berkaitan dengan biaya komponen perakitan atau bill of materials (BOM) perangkat. Saat ini, biaya komponen untuk smartphone kelas bawah tercatat meningkat sekitar 25% dibandingkan awal tahun.

Ponsel kelas menengah pun tidak luput dari kenaikan biaya BOM yang mencapai sekitar 15%, sementara smartphone flagship mengalami kenaikan sekitar 10%.

Outlook Pasar dan Strategi Perusahaan

Menurut analisis Counterpoint, jika tren kenaikan harga komponen berlanjut hingga kuartal kedua tahun 2026, biaya BOM berpotensi naik tambahan antara 8% hingga 15%. Kondisi ini menunjukkan tantangan yang signifikan bagi produsen dalam mengelola biaya produksi serta penetapan harga.

Perusahaan telekomunikasi dan produsen perlu mengidentifikasi Original Equipment Manufacturer (OEM) yang telah mengamankan pasokan yang cukup. Memahami dinamika harga dan biaya yang terus berubah di pasar menjadi hal yang tidak kalah penting.

Dengan memperhatikan tren ini, perusahaan di sektor telekomunikasi diharapkan dapat merencanakan strategi yang efektif untuk menghadapi lonjakan harga dan permintaan konsumen yang terus berkembang.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU