Sebuah studi yang dilakukan oleh Institut Sains Weizmann, Israel, mengungkapkan bahwa 50% rentang usia seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Ini menunjukkan bahwa masa hidup manusia bukan hanya ditentukan oleh gaya hidup, tetapi juga oleh genetika yang diwarisi sejak di dalam kandungan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dipimpin oleh Ben Shenhar, penemuan ini juga menambahkan dimensi baru dengan mempertimbangkan mortalitas ekstrinsik, seperti kecelakaan dan penyakit. Penelitian ini menegaskan pentingnya memikirkan faktor luar dalam memahami harapan hidup.
Faktor Genetik dan Mortalitas
Menurut Ben Shenhar, genetik memegang peranan penting dalam harapan hidup setiap orang. "Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda," ujarnya.
Penelitian ini memanfaatkan data kembar dari Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19 untuk memberikan wawasan mengenai peran genetik dalam usia. Namun, hasil baru ini menempatkan mortalitas ekstrinsik dalam analisis harapan hidup.
Dari analisis yang dilakukan, terlihat dampak signifikan di mana mortalitas ekstrinsik, seperti penyakit menular dan kecelakaan, turut mempengaruhi harapan hidup individu. Ini membuka hibrida antara genetika dan lingkungan dalam memahami panjang umur.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Metode Penelitian yang Digunakan
Para peneliti mengaplikasikan rumus matematika untuk menghitung aspek-aspek mortalitas ekstrinsik di antara individu kembar. Penelitian ini termasuk kembar yang meraih usia 90 tahun karena penyebab alami dan kembar yang meninggal di usia 30 tahun akibat penyakit menular.
Data menunjukkan bahwa angka mortalitas ekstrinsik di masa lalu lebih tinggi dibandingkan saat ini, terutama sebelum adanya antibiotik yang membantu mengatasi penyakit menular. Ini menjadi indikasi penting bahwa faktor luar mempengaruhi harapan hidup.
Dengan mempertimbangkan variabel eksternal dalam penelitian genetik, para peneliti berharap dapat meningkatkan pemahaman tentang dinamika antara genetik dan mortalitas.
Implikasi dan Harapan Penelitian Selanjutnya
Uri Alon, penulis senior studi ini dan ahli biologi sistem, menekankan bahwa penelitian sebelumnya kekurangan fokus terhadap mortalitas ekstrinsik. "Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik," imbuhnya.
Hasil penemuan ini berdampak signifikan pada pemahaman tentang hubungan antara genetika dan umur panjang. Shenhar menambahkan, "Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen."
Penemuan ini membuka jalan bagi penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi gen yang berkontribusi terhadap umur panjang serta pentingnya mempertimbangkan faktor eksternal dalam analisis genetika.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: