Gialuca Prestianni tengah berada di tengah kontroversi serius setelah tuduhan rasisme yang ditujukan kepadanya. Tuduhan tersebut muncul setelah insiden antara dirinya dan Vinicius Junior pada laga Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid yang berlangsung baru-baru ini.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Vinicius klaim bahwa Prestianni memanggilnya 'monyet' setelah merayakan gol, tetapi pemain Argentina itu membantah dan menyebutkan bahwa dia hanya melakukan olok-olok. Kasus ini telah menarik perhatian luas, termasuk laporan resmi yang telah disampaikan Real Madrid kepada UEFA.
Kronologi Insiden
Insiden yang melibatkan Prestianni dan Vinicius terjadi pada pertandingan Liga Champions yang digelar pada 18 Februari 2026. Pada pertandingan tersebut, Vinicius mencetak gol dan mengklaim bahwa ia dihina secara rasial oleh Gianluca Prestianni.
Vinicius melaporkan bahwa Prestianni menggunakan kata 'monyet' saat melakukan ejekan. Namun, Prestianni dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kata yang digunakannya adalah 'homo', yang menurutnya tidak memiliki konotasi rasis.
Setelah insiden tersebut, Real Madrid segera mengambil langkah dengan mengajukan laporan resmi kepada UEFA. Ini menunjukkan bahwa mereka serius dalam menanggapi isu rasisme yang jelas mengganggu suasana pertandingan.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Reaksi Publik dan Media
Berita mengenai tuduhan ini segera menjadi perbincangan hangat di media olahraga. Banyak pengamat serta pecinta sepak bola mengecam tindakan yang dianggap tidak dapat diterima dan menekankan pentingnya menanggulangi rasisme dalam dunia olahraga.
Jose Chilavert, kiper legendaris Paraguay, memberikan komentarnya yang mengejutkan dengan menyerang Vinicius. Di program La Oral Deportiva, ia mempertanyakan kenapa pemain bintang Real Madrid tersebut selalu terlibat dalam kontroversi dengan berkata, '90 Persen pemain Madrid berkulit hitam, mengapa mereka tidak pernah memiliki masalah dan Vinicius selalu bermasalah dengan semua orang?'
Komentar Chilavert menambah substansi terhadap perdebatan seputar tuduhan rasisme yang mencekam dunia sepak bola saat ini. Pernyataannya mengundang berbagai reaksi di kalangan publik dan penggemar olahraga.
Tuduhan dan Pembelaan
Prestigesi Prestianni dalam situasi ini menyebabkan dirinya terseret dalam kritik dan pembelaan. Sulit untuk membuktikan tuduhan rasisme yang ditujukan kepadanya, terutama karena komunikasi selama pertandingan dilakukan dengan dia menutup mulut.
Sementara itu, Vinicius tetap bersikukuh bahwa sepak bola harus bebas dari segala bentuk tindakan rasisme dan menjadi suara bagi banyak pihak yang mengalami hal serupa. Dia pernah menekankan pentingnya sensitif terhadap isu diskriminasi dalam olahraga.
Chilavert melanjutkan kritiknya dengan menuduh Vinicius sebagai seorang yang rasis, dan mempertanyakan apakah Vinicius ingin melihat orang kulit putih hidup dalam penderitaan. Penyataan ini semakin memanaskan suasana dan menimbulkan perdebatan mengenai masalah rasisme dalam olahraga.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: