Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 16:45 WIB

Kenangan Tak Terlupakan Patrick Kluivert Bersama Timnas Indonesia

Author

Kenangan Tak Terlupakan Patrick Kluivert Bersama Timnas Indonesia

Patrick Kluivert, mantan pelatih Timnas Indonesia, berbagi momen berharga yang tak terlupakan selama masa jabatannya di tim nasional.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Dikenal oleh banyak penggemar sepak bola Indonesia, Kluivert membawa pengalaman dan tantangan unik saat memimpin skuad 'Garuda'.

Perjalanan dan Tantangan sebagai Pelatih

Dilantik pada awal 2025, Patrick Kluivert mengambil alih kursi pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong. Di bawah asuhannya, tim bertanding dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, namun sayangnya terhenti di Ronde 4.

Meskipun Kluivert berusaha membawa pendekatan baru, tekanan dari suporter dan media sangat besar. Hal tersebut berujung pada keputusan manajemen untuk menghentikan kontraknya setelah hasil yang tak sesuai harapan.

Setelah perpisahannya, posisi Kluivert digantikan oleh John Herdman. Ia merasa bangga meski hasil yang diperoleh tidak sesuai ekspektasi.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Kagumnya Terhadap Suporter Indonesia

Dalam sebuah wawancara, Kluivert sangat mengagumi semangat penggemar Indonesia, dia menyatakan, "Sungguh fantastis. Saya belum pernah bekerja dalam kegilaan seperti ini." Ini menggambarkan betapa besar kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.

Kluivert mencatat bahwa dengan kurang lebih tiga ratus juta orang sangat menggemari olahraga ini, membuat pengalaman melatih menjadi khusus dan menantang. Beliau juga mengatakan, "Saya bekerja dengan fantastis, tetapi sayangnya, saya tidak mencapai apa yang kami inginkan," merujuk pada harapan tinggi dari penggemar.

Interaksi dengan suporter, menurutnya, adalah aspek yang paling berharga dari masa jabatannya, menambah kedalaman pengalamannya sebagai pelatih.

Harapan dan Aspirasi Masa Depan

Meski sudah berpisah dari Timnas, Kluivert mengungkapkan keinginan untuk melanjutkan karir kepelatihannya. Ia menyatakan, "Saya ingin sekali melanjutkan, tetapi itu tidak memungkinkan," menunjukkan harapannya yang tetap ada.

Keputusan untuk berpisah diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, baik dari dalam tim maupun situasi yang berkembang. Walau begitu, warisan pengalamannya diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan tim selanjutnya.

Kluivert berharap dapat menerapkan pembelajaran dan pengalaman berharga yang didapatkan selama di Indonesia di tempat lain dalam karirnya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU