Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 16:35 WIB

Pentingnya Keselamatan di Sekitar Jalur Rel Kereta Api Selama Bulan Ramadhan

Author

Pentingnya Keselamatan di Sekitar Jalur Rel Kereta Api Selama Bulan Ramadhan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api saat bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Larangan ini khususnya ditujukan bagi mereka yang kerap menggunakan area rel untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa.

Larangan Aktivitas di Jalur Rel

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As'ad Habibuddin, menegaskan bahwa jalur rel merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan untuk kepentingan operasional perkeretaapian.

"Keselamatan merupakan prioritas utama," tegas As'ad, mengingatkan pentingnya untuk menghindari aktivitas seperti duduk, berjalan, atau berfoto di lokasi tersebut.

Berdasarkan data dari KAI Daop 5 Purwokerto, sepanjang tahun 2025 tercatat ada 37 kejadian kecelakaan pejalan kaki yang melibatkan rel kereta.

Dari Januari hingga Februari 2026, juga tercatat lima kejadian serupa, menunjukkan bahwa risiko kecelakaan masih sangat tinggi.

Ancaman Denda dan Sanksi Hukum

Larangan ini didukung oleh Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang melarang setiap orang berada di ruang manfaat jalur kereta untuk kepentingan lain.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Dalam Pasal 181 ayat (1) disampaikan bahwa pelanggar akan menghadapi sanksi pidana maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp 15.000.000.

"Jika melanggar aturan ini, masyarakat dapat dikenakan sanksi..." ungkap As'ad dengan tegas, menekankan ketegasan hukum yang diterapkan.

Upaya penegakan hukum ini bertujuan untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta melindungi nyawa warga dari potensi bahaya.

Sosialisasi dan Patroli Keamanan

KAI Daop 5 Purwokerto juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk di sekolah-sekolah dan komunitas.

Patroli keamanan dilakukan secara intensif di titik-titik rawan yang sering dijadikan lokasi berkumpul masyarakat, untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Partisipasi masyarakat juga diharapkan, khususnya dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel.

Dengan kerjasama ini, jumlah kecelakaan diharapkan dapat ditekan, terutama selama bulan Ramadhan dan menjelang arus mudik Lebaran.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU