Presiden Prabowo Subianto kembali mengajak para pengusaha dari Amerika Serikat untuk berinvestasi di Indonesia dalam seruan untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Ajakan ini disampaikan dalam Business Summit yang berlangsung di Gedung US Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Komitmen untuk Kerjasama Jangka Panjang
Prabowo menegaskan kebutuhan Indonesia akan mitra investasi jangka panjang yang ingin berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.
"Kami mencari mitra jangka panjang yang serius; mitra yang mau bekerja sama dengan kami, menumbuhkan ekonomi bersama-sama, dan meraup keuntungan satu sama lain," ungkapnya.
Ia percaya kehadiran lebih banyak investor AS dapat menguntungkan perekonomian Indonesia serta mempercepat proses modernisasi dan industrialisasi.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Optimisme dalam Kerjasama Strategis
Setelah bertemu dengan banyak pengusaha dari AS, Prabowo merasa optimis bahwa mereka bisa menjadi mitra strategis yang penting bagi Indonesia.
"Saya rasa saya telah membuktikan bahwa pemerintah Indonesia dan saya sendiri selalu berupaya melindungi investor kami, menjadi tuan rumah yang baik, dan menghasilkan atmosfer terbaik bagi para investor," jelasnya.
Dari kerjasama yang terjalin, ia berharap hubungan dagang yang lebih kuat akan memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia.
Ciptakan Lingkungan Investasi yang Kondusif
Prabowo juga menekankan pentingnya menciptakan pemerintahan yang bersih dan menegakkan supremasi hukum untuk menarik investor.
"Jadi, silahkan datang ke Indonesia," katanya, mengajak para investor untuk tidak ragu berinvestasi.
Dengan upaya ini, harapannya suasana yang mendukung pertumbuhan ekonomi akan tercipta, bermanfaat bagi semua pihak.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: