Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 16:56 WIB

Data Gaji Pekerja di Indonesia: Lulusan SD dan S1 Jauh Berbeda

Author

Data Gaji Pekerja di Indonesia: Lulusan SD dan S1 Jauh Berbeda

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata gaji buruh di Indonesia mencapai Rp 3,33 juta pada November 2025. Data ini menunjukkan adanya perbedaan mencolok dalam upah berdasarkan tingkat pendidikan pekerja.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Laporan terbaru dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mengindikasikan bahwa lulusan SD hanya mendapatkan gaji sekitar Rp 2,2 juta, sementara lulusan perguruan tinggi meraih rata-rata Rp 4,6 juta.

Rata-rata Gaji Menurut Tingkat Pendidikan

Rata-rata gaji untuk pekerja berpendidikan Diploma IV hingga Strata III mencapai Rp 4,63 juta per bulan. Sementara itu, pekerja dengan pendidikan Diploma I, II, dan III mendapatkan rata-rata gaji Rp 4,53 juta.

Dari total populasi pekerja, sekitar 13,01% memiliki pendidikan tinggi, mencakup pemegang gelar dari Diploma I hingga Strata III, yang menunjukkan tingginya persaingan di kalangan mereka.

Di sisi lain, pekerja dengan pendidikan SMA atau SMK hanya menerima antara Rp 3,2 juta hingga Rp 3,4 juta, menyoroti kesenjangan yang signifikan dalam penghasilan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Gaji Lulusan SD dan SMP

Dari data yang ada, gaji lulusan SMP tercatat sebesar Rp 2,5 juta per bulan, sementara lulusan SD hanya mendapatkan rata-rata Rp 2,2 juta. Hal ini menggambarkan adanya tekanan ekonomi yang dihadapi pekerja dengan pendidikan rendah.

Kondisi keuangan yang minim bagi lulusan SD dan SMP menandakan tantangan besar dalam mencapai kesejahteraan. Pentingnya akses pendidikan yang lebih baik menjadi sorotan utama untuk mengatasi masalah ini.

Kesenjangan gaji dapat berdampak serius pada mobilitas sosial, di mana individu dengan pendidikan rendah mungkin kesiangan dalam mencapai kemajuan.

Dinamika Angkatan Kerja di Indonesia

Menurut data BPS, pada November 2025, terdapat 147,91 juta orang bekerja dari total 155,27 juta angkatan kerja. Jumlah aktif bertambah sebanyak 1,371 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

Dari jumlah pekerja tersebut, 100,497 juta orang bekerja penuh waktu, meningkat sebesar 1,85 juta orang. Namun, pekerja paruh waktu justru turun menjadi 35,858 juta orang.

Jumlah setengah pengangguran juga mencatat penurunan, sebesar 0,042 juta orang, yang menunjukkan pergeseran dalam dinamika pasar kerja di Tanah Air.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU