Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:41 WIB

Regulasi Baru Singapura Terkait Penjualan Blind Box untuk Lindungi Masyarakat dari Kecanduan Perjudian

Author

Regulasi Baru Singapura Terkait Penjualan Blind Box untuk Lindungi Masyarakat dari Kecanduan Perjudian

Pemerintah Singapura tengah menyiapkan regulasi baru yang akan mengatur penjualan blind box. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko kecanduan perjudian yang semakin meresahkan di kalangan masyarakat.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis

Regulasi ini muncul setelah peninjauan menyeluruh yang bertujuan untuk mengurangi potensi dampak negatif dari model bisnis barang koleksi ini.

Dampak dan Potensi Kecanduan

Blind box merupakan kemasan tertutup yang berisi barang koleksi secara acak, sehingga konsumen tidak tahu isinya sampai dibuka. Meskipun memberikan kejutan yang menyenangkan, model ini juga memiliki potensi risiko kecanduan, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, mengungkapkan, "Kami telah mempelajari isu ini secara komprehensif dan memutuskan untuk memperkenalkan aturan baru untuk melindungi masyarakat dari risiko perjudian." Pernyataan ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap konsumen menjadi prioritas.

Regulasi yang direncanakan diharapkan dapat memitigasi risiko yang sering terkait dengan penjualan barang koleksi acak ini, terutama untuk menjamin keamanan bagi generasi muda.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Pertumbuhan Pasar Blind Box

Pertumbuhan pasar blind box semakin pesat, dengan nilai pasar global yang diperkirakan mencapai 11,38 miliar dolar AS pada 2021. Diprediksi, angka tersebut akan meningkat menjadi 24,2 miliar dolar AS pada tahun 2033.

Koleksi blind box terkenal seperti Labubu dari Pop Mart, yang dipromosikan oleh anggota grup K-pop Blackpink, Lisa, menunjukkan bahwa produk ini sangat diminati. Fenomena ini mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap barang koleksi berbasis kejutan.

Merek lain seperti Mofusand dari Jepang dan Sonny Angels juga telah mendapatkan perhatian signifikan, menarik tidak hanya anak-anak tapi juga kolektor dewasa yang mengapresiasi desain unik dari setiap produk.

Regulasi di Negara Lain dan Penyesuaian di Singapura

Meneladani negara lain seperti China, di mana penjualan blind box kepada anak-anak di bawah 8 tahun dilarang, Singapura juga merumuskan regulasi serupa untuk memerangi potensi kecanduan perjudian. Prioritas ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketertarikan terhadap gaya belanja ini.

Saat ini, tidak ada undang-undang yang secara khusus mengatur blind box di Singapura. Namun, ada rencana untuk memperkenalkan lisensi kelas yang dikeluarkan oleh GRA untuk mengatur penjualannya.

Tindakan ini diambil setelah permintaan polisi Singapura kepada operator mesin penjual hadiah misteri untuk menghentikan kegiatan mereka pada tahun 2018, saat itu dinilai sebagai bentuk lotere publik yang tak diizinkan.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU