Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Muhammad Syafii menegaskan dukungan untuk melarang sweeping rumah makan pada bulan Ramadhan. Hal ini sebagai upaya untuk menghargai kebebasan beragama dan menjaga kerukunan antar umat.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Dalam pernyataannya, Syafii menyatakan pentingnya toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, agar suasana Ramadhan tetap harmonis dan penuh berkah.
Penghargaan Terhadap Kebebasan Beragama
Wamenag Muhammad Syafii menyampaikan keprihatinan terkait praktik sweeping rumah makan saat Ramadhan, menekankan bahwa Indonesia kaya akan keragaman. "Enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita," ujarnya setelah sidang isbat Ramadhan 2026 di Hotel Borobudur.
Syafii menekankan bahwa masyarakat harus menyadari bahwa tidak semua orang di Indonesia menjalankan ibadah puasa. Ini menunjukkan bahwa fasilitas umum seperti rumah makan tetap perlu beroperasi bagi individu yang tidak berpuasa.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Toleransi dan Keharmonisan di Masyarakat
Wamenag menggarisbawahi bahwa toleransi antar umat beragama merupakan kunci untuk menciptakan situasi yang kondusif. "Tapi bagi yang tidak berpuasa, ya memang kita enggak puasa. Tapi hormati dong orang yang puasa," tegasnya.
Dia berharap agar semua pihak saling menghormati, menciptakan kerukunan sosial selama bulan suci Ramadhan yang selalu diwarnai perbedaan keyakinan.
Larangan Sweeping oleh Gubernur Jakarta
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung juga menetapkan larangan bagi organisasi kemasyarakatan untuk melakukan sweeping rumah makan. "Tentunya saya sebagai Gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," ungkapnya saat diwawancarai di Jakarta.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketertiban umum dan menciptakan suasana ibadah yang aman, sehingga masyarakat Jakarta dapat menyambut Ramadhan dengan damai dan penuh toleransi.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: