Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 12:20 WIB

Tradisi Makanan Manis dan Buah di Perayaan Imlek

Author

Tradisi Makanan Manis dan Buah di Perayaan Imlek

Imlek atau Tahun Baru Cina adalah waktu yang penuh makna, dirayakan dengan berbagai tradisi menggembirakan, termasuk konsumsi buah dan makanan manis. Setiap makanan yang disajikan memiliki simbolisme yang dalam, menawarkan harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Buah dan makanan yang dipilih tidak hanya sekadar hidangan, tetapi juga memiliki filosofi yang kuat di baliknya. Dalam budaya Cina, apa yang kita makan saat perayaan ini diyakini membawa berkat dan pengharapan untuk tahun yang akan datang.

Buah-buahan dan Simbol Keberuntungan

Dalam perayaan Imlek, beberapa buah yang sering disajikan adalah jeruk, anggur, dan apel. Jeruk melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, dengan warna cerahnya yang menggambarkan kebahagiaan.

Anggur, yang disajikan dalam jumlah banyak, mewakili harapan akan kekayaan dan abundansi. Sedangkan apel, dengan simbol kedamaian dan keselamatan, menjadi bagian penting dari jamuan tahun baru.

Banyak keluarga juga menginklusi buah persik, yang dianggap simbol umur panjang dan kebahagiaan. Memilih buah dengan bijak saat Imlek adalah tradisi yang dipertahankan turun temurun.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Makanan Manis sebagai Tanda Harapan

Makanan manis, seperti kue bulan dan dodol, juga menjadi bagian integral dari perayaan Imlek. Kue bulan, dengan rasa manisnya, melambangkan kebersatuan dan harmoni di dalam keluarga.

Dodol, yang terbuat dari ketan dan gula, hadir dalam berbagai bentuk dan warna, mencerminkan keragaman dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Kue keranjang atau kue lapis sering disajikan, melambangkan kemajuan dan keberuntungan yang bertingkat.

Makanan manis ini tidak hanya dihidangkan untuk dinikmati, tetapi juga sebagai doa akan kesejahteraan bagi semua yang merayakan.

Momen Berbagi dan Silaturahmi

Pada saat Imlek, berbagi makanan dan buah-buahan menjadi tradisi yang mempererat silaturahmi. Keluarga sering mengundang tetangga dan kerabat untuk merayakan bersama dengan menyajikan berbagai hidangan simbolis.

Aktivitas ini merupakan cara untuk menunjukkan rasa syukur dan saling mendoakan yang baik. Dengan berbagi makanan, harapannya kebahagiaan bisa menjangkau semua orang.

Kehangatan yang tercipta melalui berbagi makanan manis membuat perayaan Imlek semakin berkesan. Setiap suapan tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mendekatkan hubungan antar sesama.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU